Dapat Subsidi Rp70 Juta Per Unit, Hyundai Naikkan Produksi Ioniq 5 Empat Kali Lipat

subsidi hyundai Ioniq 5
hyundai Ioniq 5

JoSS, JAKARTA – Hyundai Motors Indonesia (HMID) meningkatkan jumlah produksi Ioniq 5 empat kali lipat jelang pemberian subsidi mobil listrik dari pemerintah. Peningkatan produksi ini untuk mengurangi masa tunggu atau inden Ioniq 5 yang sempat mencapai satu tahun lebih.

Diketahui, pemerintah memberikan subsidi untuk pembelian mobil listrik per unit berkisar Rp25 juta hingga Rp80 juta. Masing-masing tidak mendapat besaran subsidi yang sama.

Agus mengungkapkan subsidi untuk Hyundai Ioniq 5 besarannya sekitar Rp70 juta sampai Rp80 juta. Sementara, Wuling akan mendapat bantuan sekitar Rp25 juta hingga Rp35 juta

Guna mengoptimalkan subsidi pemerintah tersebut, Makmur, Chief Operating Officer (COO) HMID, mengatakan peningkatan jumlah produksi itu bisa memangkas waktu inden Ioniq 5 menjadi enam bulan. Saat ini inden Ioniq 5 masih sepanjang 4.000 unit.

“Tahun ini kami menaikkan empat kali lipat produksi dari tahun lalu,” kata Makmur akhir pekan kemarin di Jakarta.

Dilansir dari CNNIndonesia, Makmur memprediksi meski produksi digenjot, belum dapat mengurai potensi bertambahnya masa inden setelah kebijakan subsidi pemerintah terhadap mobil listrik berbasis baterai ini berlaku 20 Maret.

Ia memperkirakan permintaan mobil listrik Hyundai ini meningkat, mengingat subsidi menjanjikan harga terjangkau sehingga lebih ramah di kantong calon konsumen. Makmur juga belum dapat memperkirakan porsi kuota subsidi yang diberikan pemerintah. “Kita lihat saja nanti,” jelasnya.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan bakal memberikan subsidi mobil listrik mulai 20 Maret hingga Desember 2023. Subsidi akan bersifat terbuka terhadap kuota yang diberikan pemerintah yakni 35.900 unit.

Saat ini baru dua merek yang bakal diguyur subsidi dari pemerintah, yaitu Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV. Keduanya merupakan mobil listrik yang diproduksi di dalam negeri dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.

Teranyar, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang membocorkan besaran subsidi pemerintah untuk pembelian mobil listrik per unit berkisar Rp25 juta hingga Rp80 juta. Masing-masing tidak mendapat besaran subsidi yang sama.

Agus mengungkapkan subsidi untuk Hyundai Ioniq 5 besarannya sekitar Rp70 juta sampai Rp80 juta. Sementara, Wuling akan mendapat bantuan sekitar Rp25 juta hingga Rp35 juta.

“Bantuan pemerintah untuk yang mobil kebetulan yang TKDN 40 persen baru dua, Ioniq 5 dan Wuling. Kira-kira bantuannya sekitar Rp70-an juta juga. Jangan disebut memastikan, tapi sekitar Rp70-80 juta bantuan pemerintah untuk mobil Ioniq 5,” kata Agus, sebagaimana mengutip detikcom, Selasa (14/3).

“Kalau untuk Wuling bantuan pemerintah akan sekitar Rp25-35 juta. Ini masih kita hitung dan kita lakukan segera,” imbuhnya.

Agus menjelaskan bantuan untuk kendaraan listrik bukan sebagai insentif atau subsidi. Ia menegaskan untuk bisa mendapat bantuan maka mobil tersebut harus memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.

“Karena memang local content itu yang menjadi sangat penting bagi pemerintah untuk meluncurkan bantuan pemerintah. Jadi ini bukan insentif bukan subsidi. Ini bantuan dari pemerintah,” ujar Agus.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan alasan dibalik syarat TKDN 40 persen itu karena pemerintah ingin tetap ada penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

“Kenapa local content penting? Karena kita ingin at least penyerapan tenaga kerja tetap ada di Indonesia. Merek boleh Hyundai, tapi 40 persen local content Indonesia. Artinya ada penyerapan tenaga kerja di Indonesia,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*