Berat Badan Naik Saat Bulan Ramadan? Kenali Penyebab dan Pencegahannya

berat badan naik saat Ramadan
Ilustrasi (getty images)

SEBAGIAN besar masyarakat mengeluhkan berat badan naik saat bulan puasa atau Ramadan, kok bisa? Kenaikan berat badan saat puasa biasanya terjadi karena mengonsumsi makanan yang berlebihan saat berbuka puasa maupun sahur, serta kurangnya aktivitas.

Bahkan, kurangnya durasi tidur dan beberapa penyebab lainnya pun bisa menjadi alasan dari kenaikan berat badan saat puasa.

Untuk itu, kenali penyebab berat badan naik saat berpuasa penting, sehingga dapat melakukan pencegahan.

4 penyebab Berat Badan Naik Saat Puasa:

1. Porsi makan lebih banyak dari biasanya

Tanpa disadari, sebagian orang mengalami peningkatan porsi makan ataupun minum setelah seharian berpuasa. Hal inilah yang dapat membuat orang berpuasa rentan mengalami kenaikan berat badan.

2. Kurangnya aktivitas fisik

Saat berpuasa, orang cenderung akan merasa mudah lemas dan mengantuk untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Hal ini disebabkan karena kurangnya durasi tidur yang terpotong waktu sahur.

Tentunya, kurangnya aktivitas fisik ini dapat membuat kalori dari makanan yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur akan menumpuk, sehingga menyebabkan naiknya berat badan.

3. Kurangnya durasi tidurĀ 

Berbagai penelitian mengatakan bahwa orang yang kekurangan tidur cenderung mudah mengalami peningkatan berat badan. Kurangnya durasi tidur tersebut dapat menyebabkan hormon yang mengatur metabolisme dan nafsu makan yaitu leptin jadi kacau atau berantakan.

4. Makan gorengan dan karbohidrat berlebihan

Menu buka puasa seringkali dijumpai dengan berbagai macam makanan yang digoreng dan banyak karbohidrat. Namun, ternyata hal ini dapat berdampak pada kenaikan berat badan. Oleh karena itu, penting menjaga pola makan saat berbuka puasa dengan menghitung kalori yang dikonsumsi.

Adapun Cara Mencegah Berat Badan Naik Saat Puasa

1. Banyak minum air putih

Dilansir dari India Times, langkah pertama adalah banyak minum air putih di luar jam puasa, yaitu ketika berbuka puasa dan sahur. Hal ini dapat membantu tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Selain itu, dengan banyak minum air putih juga dapat membantu dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

2. Atur pola makan

Setelah puasa seharian, buka puasa adalah waktu yang paling ditunggu, dimana seluruh keluarga berkumpul untuk berbuka puasa. Oleh karena itu, Anda bisa menyiapkan takjil yang sehat untuk berbuka puasa, seperti buah-buahan, salad, atau sup.

Jenis makanan tersebut dapat memuaskan rasa lapar saat berbuka puasa yang akhirnya akan mengonsumsi lebih sedikit makanan berat.

3. Kelola porsi

Setelah menjadi puasa seharian, pastinya Anda merasa sulit untuk mengelola makanan yang akan dikonsumsi. Namun, kunci untuk mengelola berat badan yaitu hindari makan berlebihan.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menyiapkan porsi kecil, dengan cara ini Anda dapat menikmati setiap kelezatan tetapi dalam jumlah sedang, yang tidak menyebabkan penambahan berat badan.

4. Pilih makanan sehat

Cara terbaik untuk mengatur kesehatan dan berat badan selama puasa adalah dengan mengonsumsi makanan sehat seperti produk susu rendah lemak, daging tanpa lemak, sayuran segar, dan tepung multigrain.

5. Berolahraga secara teratur

Menjalani puasa tanpa makan atau minum dapat membuat tubuh terasa lemas. Namun, Bunda tetap perlu melakukan olahraga ringan yang dapat membantu tubuh tetap terasa bugar selama sebulan. Salah satu contohnya yaitu, berjalan-jalan setelah makan malam yang juga dapat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*