Warga Pesisir Jateng Diimbau Waspadai Potensi Banjir Rob Akibat Fenomena Super New Moon

Banjir Ro pesisir pantai jateng
Ilustrasi Banjir Rob (silkenphotography)

JoSS, SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan potensi banjir rob di Indonesia termasuk Jawa Tengah. Sejumlah aktivitas diminta untuk diwaspadai ketika air pasang terjadi.

Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan potensi banjir rob terjadi akibat adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru. Fenomena itu dibarengi dengan jarak terdekat bulan ke bumi atau perigee pada 20 Februari 2023 yang menyebabkan potensi meningkatnya ketinggian pasang air laut maksimum.

Peristiwa itu secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” tulis BMKG dalam keterangannya Rabu (15/2/2023).

Dalam keterangan tersebut juga dilampirkan lokasi dan prediksi waktu terjadinya banjir rob, termasuk di Jateng yaitu:

  1. Pesisir utara Jawa Tengah (Pesisir Tegal dan sekitarnya) : 14-20 Februari 2023.
  2. Pesisir utara Jawa Tengah (Pesisir Pemalang, Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak dan Jepara) : 17-20 Februari 2023.
  3. Pesisir selatan Jawa Tengah : 19-26 Februari 2023.

Sebelumnya, BMKG mengungkapkan ada kemunculan siklon tropis (ST) Freddy di wilayah perairan utara Jawa Tengah (Jateng) dan pesisir selatan. Fenomena tersebut, mempengaruhi intensitas curah hujan dan kecepatan angin di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, mengatakan ST Freddy yang bergerak dari arah barat perairan Australia telah membuat curah hujan di Jateng cenderung meningkat hingga menuju ke titik yang ekstrem. Selain itu juga terdapat belokan angin dan membuat curah hujan di beberapa daerah menjadi meningkat.

“Tapi untuk untuk ST Freddy akan semakin berkurang pengaruhnya, akan tetapi adanya sirkulasi tekanan rendah di teluk Carpentaria, menyebabkan terjadinya perubahan pola angin yang akan meningkatkan curah hujan di wilayah Jateng,” kata Giyarto, Senin (13/2/2023) sore.

Lebih lanjut, Giyarto menyampaikan bila masyarakat Jateng bagian barat dan pegunungan tengah perlu meningkatkan kewaspadaan. Sebab, ada potensi hujan sedang hingga intensitas lebat yang disertai sambaran petir dan angin kencang yang bisa meningkatkan risiko bencana tanah longsor hingga gelombang tinggi.

“Yang patut diwaspadai ialah wilayah Jawa Tengah bagian Barat, kabupaten/kota yang berbatasan dengan Jatim [Jawa Timur]. Kemudian sebagian wilayah pegunungan tengah, terutama Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang. Ada potensi hujan petir dan longsor di dataran tinggi. Terus berpotensi gelombang tinggi di perairan Pantura dan pesisir selatan,” pungkasnya.

Giyarto pun mengingatkan kepada masyarakat Jateng untuk tetap mewaspadai dampak yang muncul dari ST Freddy tersebut. Sebab, fenomena ini diperkirakan masih terjadi hingga akhir pekan nanti. “Untuk ST Freddy masih akan hidup hingga 16 Februari 2023,” bebernya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*