#SriMulyaniOMDO Trending di Twitter Buntut Kekesalan Warganet

#SriMulyaniOMDO
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Biro Pers Sekretariat Presiden)

UCAPAN Sri Mulyani yang menyerukan masyarakat membayar pajak, ternyata bertolak belakang dengan para pegawainya seperti Rafael Alun Trisambodo yang justru mengemplang pajak. Hal ini membuat kemarahan warganet dengan menyerukan tanda pagar atau #SriMulyaniOMDO (omong doang)

Setidaknya, ada 2.809 tweet yang mecuit tagar tersebut dan kini topik pembicaraan di jagat Twitter Indonesia.

Namun, aksi para warganet itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, warganet kesal dengan aksi Sri Mulyani yang senang mengeruk dana masyarakat dari pajak, tetapi pegawainya berbuat perlakuan tidak terpuji.

Seperti yang diungkapkan oleh akun @Netizen***** yang kesal banyak pegawai pajak yang tak lapor pajak, tetapi masyarakat diminta wajib bayar pajak.

“Kita disuruh percaya sama institusi yang sedang sakit. 13 ribu pegawainya tak lapor pajak, sedangkan masyarakatnya diharuskan tetap bayar pajak. #SriMulyaniOMDO,” tulis akun tersebut yang dikutip, Senin (27/2/2023).

Ada juga warganet yang berpendapat bahwa bayar pajak kini hanya untuk membelikan pegawai Kemenkeu mobil Rubicon.

“Bayar pajak karena kewajiban. Bayar pajak buat beliin pegawai Rubicon Jancok lha lek ngene Iki su #SriMulyaniOMDO,” cuit akun @****at2612.

Selain itu, terdapat warganet yang menganggap kasus Rafael Alun Trisambodo telah membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah telah hancur.

“Bukan sekali dua, kepercayaan masyarakat kembali dihancurkan oleh pemerintah yang katanya pro rakyat Saya rasa sekarang saatnya pemerintah memperbaiki citra yg mmg sudah berulang kali hancur akibat ulah aparatnya sendiri #SriMulyaniOMDO #SriMulyaniOMDO,” tulisnya, dikutip dari suara.com.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan atensi khusus kepada para anak buahnya dan meminta agar aksi pamer harta ini tidak dilakukan. Terbaru beredar foto viral yang menunjukan Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo sedang mengendarai motor besar alias moge bersama komunitas moge Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Sri Mulyani pun meminta klub moge ini untuk dibubarkan. “Mengendarai dan memamerkan Moge bagi pejabat/pegawai pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik. Ini mencederai kepercayaan masyarakat,” kata Sri Mulyani dikutip dalam akun Instagram pribadinya, Senin (27/2/2023).

Namun, ternyata tak hanya pegawainya yang memiliki moge, dalam situs Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri juga memiliki moge.

Berdasarkan situs tersebut Sri Mulyani diketahui memiliki moge dengan merek Honda Rebel CMX500 tahun 2019, hasil sendiri senilai Rp145 juta.

Berdasarkan LHKPN 2021, Dirjen Pajak Suryo Utomo mencantumkan kepemilikan Harley Davidson Sportster tahun 2003 dari hasil sendiri senilai Rp155 juta dan motor Kawasaki ER6 tahun 2019 dari hasil sendiri senilai Rp52 juta.

Direktur Perpajakan Internasional Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Mekar Satria Utama, melaporkan kepemilikan Honda Rebel CMX500AH IN MT tahun 2018, dari hasil sendiri senilai Rp120 juta pada 2021.

Direktur Penegakan Hukum DJP Eka Sila Kusna Jaya Berdasarkan LHKPN 2021, memiliki motor Royal Enfield Bulletclasic tahun 2016, hasil sendiri senilai Rp55 juta. Kemudian motor Kawasaki ER650H tahun 2017, hasil sendiri senilai Rp60 juta.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak Peni Hirjanto, melaporkan kepemilikan motor merek Rebel CMX 500 Naked Bike tahun 2019 dengan hasil sendiri senilai Rp158 juta.

Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh, memiliki kendaraan motor Honda Rebel CMX500 tahun 2018, hasil sendiri senilai Rp130 juta dan Kawasaki Z900 tahun 2013 dari hasil sendiri senilai Rp110 juta. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*