
JoSS, JAKARTA – Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengumumkan bergabungnya pasangan selebriti Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale di Kosgoro 1957,dan otomatis pemilik Alenia Picture itu berseragam Partai Golkar.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Mas Ari dan Mbak Nia dalam keluarga besar Kosgoro ’57,” kata Dave kepada wartawan, di Alenia Papua Coffee & Kitchen di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/2).
Legislator Komisi I DPR itu berharap Nia dan Ari bisa berperan membangun Indonesia bagian Timur setelah masuk ke Kosgoro ’57. “Membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan Papua yang lebih maju,” kata Dave.
Lebih lanjut, dia mengatakan, Nia dan Ari sebenarnya siap memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2024 dan menyukseskan pencapresan Airlangga Hartarto.
“Keduanya siap memenangkan Pak Airlangga dan Partai Golkar. Golkar menang menang menang,” kata Dave.
Ale dan Nia, yang juga aktivis pemerhati kondisi di Papua, siap untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan Papua yang semakin maju.
Tekad mereka turut membesarkan Golkar di Indonesia Timur, memenangkan Golkar pada Pemilu 2024, serta otomatis tentunya memenangkan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024.
Pilihan Ale dan Nia masuk Kosgoro 1957 tentu sudah melalui pertimbangan yang matang, dan memang tidak keliru, mengingat inilah salah satu mesin utama dan penggerak dinamis Partai Golkar, bersama SOKSI dan MKGR.
Tiga mesin utama partai beringin ini dikenal sebagai Tri Karya, yang dulu populer dengan sebutan Kino atau kelompok induk organisasi.
Dilansir dari Kompas.com, Kosgoro 1957 sebelumnya juga menjadi pilihan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Setelah mengantongi kartu anggota Kosgoro 1957 Kang Emil belakangan resmi mendapatkan KTA Golkar. Partai beringin akan mengusung kembali ke Pilgub Jabar 2024.
Bergabungnya Ale dan Nia dengan Kosgoro 1957 sehingga otomatis juga akan berseragam Partai Golkar tentunya tidak sekadar meramaikan fenomena selebritas masuk partai menjelang pemilu. Disadari atau tidak, setiap orang memiliki naluri berpolitik.
Dalam persiapan menghadapi Pemilu 2024, Golkar melalui berbagai organisasi sayapnya seperti Kosgoro 1957 sudah lama melakukan perekrutan terhadap berbagai sumber daya manusia, termasuk dari kalangan selebritis.
Mereka, kalangan selebritis, dinilai sebagai salah sumber terbaik untuk mendulang suara di pesta demokrasi ini.
Sebagai partai terbuka yang menghargai nilai kemanusiaan dan kemajemukan, dengan model kepemimpinan yang bersifat partisipatif-inklusif, Golkar terus membuka diri untuk menggaet kader-kader potensial. Juga dari kalangan selebritis.
Kendati demikian, Golkar tidak membeda-bedakan latar belakang caleg berdasarkan profesinya. Selebritas maupun masyarakat umum diperlakukan sama.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto maupun jajaran pengurus terasnya tidak membeda-bedakan latar belakang caleg. Semua diperlakukan sama dan adil. Karena ukurannya dari kinerja. (lna)

Leave a Reply