Polres Pemalang Tertibkan Odong-odong, 16 Unit Sudah Disita Karena Melanggar Aturan

Odong-odong kereta Kelinci
Polres Pemalang dalam Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi (OKLC) 2023 di Mapolres Pemalang, Senin, 20/2/2023 (Dok. Sigalang Polres Pemakang)

JoSS, PEMALANG – Sebanyak 16 unit kereta kelinci atau biasa disebut odong-odong disita Polres Pemalang dalam Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi (OKLC) 2023 di Mapolres Pemalang, Senin (20/2/2023).

Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Achmad Riedwan Prevoost mengatakan Polres Pemalang akan menindak tegas pemilik odong-odong atau kereta kelinci yang masih nekat berkeliaran di jalan raya.

“Ini kita ingatkan juga ya untuk odong-odong ya, itu tidak boleh dioperasikan di jalan raya. Nanti juga akan kita berikan contoh, akan kita pidana,” tegas Achmad.

Menurut Kasatlantas Polres Pemalang, odong-odong tergolong kendaraan ilegal jika dioperasikan di jalan raya. Pelanggaran odong-odong itu yakni mengubah bentuk dan tidak sesuai dengan peruntukannya. Selain itu, potensi fatalitas korban odong-odong juga tergolong tinggi karena menampung lebih dari 10 orang.

“Jangan sampai sudah ada kejadian, lebih baik mencegah daripada ada kejadian,” jelasnya, dilansir dari solopos.com.

Senada juga disampaikan Kapolres Pemalang, AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya, yang mengancam akan mempidanakan pemilik odong atau kereta kelinci yang masih ngeyel beroperasi di jalan raya.

“Odong-odong, peruntukan bukan untuk kendaraan umum. Ancaman kurungannya ada. Ada pidananya,” kata Yovan.

Pemilik kereta kelinci, lanjut Kapolres Pemalang, bisa dikenakan sanksi sesuai Pasal 277 UU LLAJ. Ancaman hukumannya yaitu pidana penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp24 juta.

Kapolres menjelaskan spesifikasi odong-odong tidak untuk di jalan umum. Kereta kelinci atau odong-odong biasanya hanya untuk area khusus, semisal tempat wisata.

“[Untuk yang ditahan] kemungkinan tidak punya KIR dan tidak ada kelaikan jalan,” imbuh mantan Kapolres Semarang itu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemalang, Mu’minun menyatakan segera mengkaji trayek untuk odong-odong. Pihaknya mengarahkan trayeknya ke wisata dan tidak melewati jalur arteri. “Untuk jumlah odong-odong di Kabupaten Pemalang sudah lebih dari puluhan,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*