Disney Umumkan Lanjutan Sekuel Animasi Toy Story dan Frozen

Disney Toy Story dan Frozen
Ilustrasi (Istimewa)

DISNEY mengumumkan akan membuat kelanjutan dua waralaba animasi sukses mereka, Toy Story dan Frozen. Hal ini tentunya kabar menggembirakan bagi pecinta film animasi. Selain itu, sebuah sekuel Zootopia juga disebut bakal digarap.

Diberitakan Variety, Rabu (8/2/2023), CEO Disney, Bob Iger mengungkapkan kelanjutan Toy Story dan Frozen saat ini sedang dalam proses pengembangan.

“Saya sangat gembira mengumumkan deretan sekuel tersebut tengah dalam pengerjaan studio animasi kami,” seperti dikutip dari collider, Kamis (9/2).

Kendati demikian, Iger memang belum memberikan bocoran lebih banyak mengenai proses pengerjaan deretan animasi tersebut. “Banyak hal yang akan kami bagikan mengenai produksi deretan sekuel tersebut nanti,” tandasnya.

Dia menuturkan Waralaba Toy Story sendiri sudah memiliki beberapa saga, di antaranya empat film layar lebar dan sebua spin-off bertajuk Lightyear. Meski Lightyear memiliki performa buruk, Toy Story 3 dan 4 sukses menghasilkan box office lebih dari US$1 miliar secara global.

Sementara itu, film pertama Frozen yang debut pada 2013 berhasil sukses. Sekuelnya, Frozen II mampu menghasilkan lebih dari US$1,4 miliar secara global pada 2019.

Selain dalam bentuk film, waralaba Frozen juga hadir dalam bentuk pertunjukan Disney on Ice, musikal Broadway, sejumlah film pendek, tayangan televisi, dan buku.

Pengumuman Iger ini datang setelah ia memberitahu bahwa Disney melakukan PHK terhadap 7.000 karyawannya atau setara dengan tiga persen dari total tenaga kerja di sana.

“Kita akan sangat memerhatikan biaya untuk semua yang kita buat, baik di televisi maupun film,” kata Iger. “Karena barang-barang di dunia yang sangat kompetitif menjadi lebih mahal,” jelanya dilansir dari Variety.

Pengumuman Disney PHK karyawan ini juga datang setelah terjadi penurunan jumlah pelanggan layanan streaming mereka, Disney+.

Penurunan pelanggan ini adalah yang pertama kalinya terjadi pada kuartal terakhir lantaran pelanggan mengurangi pengeluaran.

Diberitakan AFP, pelanggan Disney+ turun satu persen menjadi 161,8 juta per 31 Desember, dibanding tiga bulan sebelumnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*