
JoSS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan dimulainya kick off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023. Pengumuman disampaikan langsung Jokowi di depan warga di Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad 29 Januari 2023.
Jokowi hadir ditemani sejumlah pejabat, mulai dari Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Menteri BUMN Erick Thohir hingga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Jokowi menyampaikan bahwa sebelumnya, Indonesia telah menjalankan presidensi G20 dengan baik. Lalu tahun ini, Indonesia menjadi Ketua ASEAN di tengah situasi global yang sangat tidak mudah. “Krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan, semua, perang, semua sedang terjadi,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Sebelumnya pada 13 November 2022, Indonesia telah menerima estafet keketuaan ASEAN dari Kamboja. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN pada 2023.
Penyerahan keketuaan tersebut berlangsung pada Upacara Penutupan KTT Ke-40 dan Ke-41 di Hotel Sokha Phnom Penh, Minggu, 13 November 2022. Secara simbolis, Jokowi menerima palu dari Perdana Menteri Kamboja Hun Sen sebagai penanda Indonesia telah menjadi Ketua ASEAN.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki keinginan agar negara-negara di ASEAN memiliki posisi yang penting untuk kawasan Indo-Pasifik, baik dari segi keamanan hingga ekonomi.
Jokowi menegaskan tiga hal utama dalam Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023. Pertama, ASEAN harus relevan dan penting. Ia ingin negara-negara Asia Tenggara tetap relevan terhadap kepentingan rakyat, kawasan, dan juga dunia.
“Kedua, stabilitas dan perdamaian di Indo-Pasifik, ASEAN harus berkontribusi besar,” katanya di Jakarta, Minggu (29/1/2023), dilansir dari CNNIndonesia.com.
Jokowi juga berharap ASEAN bisa menjadi episentrum atau pusat pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan pentingnya ketiga hal tersebut dalam keketuaan Indonesia.
Senada, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan impian Presiden Jokowi untuk menjadikan ASEAN penting di kawasan Indo-Pasifik. Retno mengatakan Jokowi ingin ASEAN tetap memainkan peran sentral.
“Kami ingin ASEAN tetap memerankan peran sentral, sehingga dapat menjadi motor, dapat berkontribusi bagi stabilitas dan perdamaian kawasan. Kawasan di sini sudah sampai Indo-Pasifik,” jelasnya.
Retno menilai bahwa selama ini Indo-Pasifik menjadi kawasan yang sangat strategis, di mana juga terjadi rivalitas sengit antarnegara. Dengan begitu, Retno mengatakan bahwa Presiden Jokowi ingin ASEAN menjadi lokomotif untuk menggerakkan Indo-Pasifik agar tetap menjadi kawasan yang damai dan stabil.
Ia menilai Indo-Pasifik banyak didekati hanya dari aspek keamanan, tetapi Indonesia selaku Ketua ASEAN 2023 akan mendekati Indo-Pasifik dari berbagai aspek penting lain.
“Kami ingin mendekatinya dari aspek ekonomi dan kerja sama pembangunan. Oleh karena itu, selama keketuaan Indonesia, flagship event kita akan ada ASEAN Indo-Pasifik Forum,” ungkap Retno.
Menlu RI itu menuturkan akan ada 4 kegiatan utama dalam forum tersebut. Pertama, terkait dengan creative economy. Kedua, digital economy for sustainable development goals (SDGs). Ketiga, business and investment summit. Selanjutnya Retno menegaskan bakal ada pembicaraan terkait infrastruktur. (lna)

Leave a Reply