Jenazah Paus Benediktus XVI Bakal Dimakamkan di Gua Vatikan 5 Januari 2023

Paus Benediktus XVI Gua Vatikan
Vatikan telah merilis foto jenazah Paus Emeritus Benediktus XVI, yang meninggal pada 31 Desember 2022, pada usia 95 tahun (catholicnewsagency.com)

JoSS, VATIKAN – Paus Benediktus XVI meninggal dunia di usia 95 tahun pada Sabtu (31/12/2022) karena kesehatannya terus memburuk, Ia bakal dimakamkan di Gua Vatikan yang berada di bawah gereja Santo Petrus setelah melalui prosesi upacara pemakaman pada Kamis (5/1/2023).

Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan pemakaman Paus Benediktus XVI akan berlangsung sederhana, khidmat, dan tenang. Hal itu mengikuti keinginan Paus Benediktus. Untuk pertama kalinya Paus Fransiskus akan memimpin pemakaman Benediktus XVI.

Dilansir dari Reuters, pemakaman Paus biasanya menarik kepala negara dari seluruh dunia. Namun, Vatikan mengatakan bahwa delegasi resmi hanya akan datang dari Italia dan Jerman asli. Rencana itu menunjukkan bahwa acara pemakaman Paus Benediktus akan berlangsung relatif sederhana.

Sementara itu, para Diplomat mengatakan perwakilan dari negara atau organisasi lain dapat hadir dalam kapasitas pribadi.

Jenazah Paus Benediktus XVI akan disemayamkan sementara pada biara kecil di Vatikan. Tak ada kunjungan resmi untuk melihat jenazah atau doa umum yang akan diadakan hingga Senin (2/1) dini hari.

Jenazah Paus Benediktus kemudian akan dipindahkan ke Basilika Santo Petrus. Di sana, masyarakat dapat melihat jenazah dari pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat pada 2-4 Januari 2023.

Pemakaman Paus Benediktus XVI bakal diadakan upacara pada Kamis, 5 Januari 2023 di lapangan Santo Petrus depan Basilika. Upacara akan dimulai pukul 9.30 pagi (08.30 GMT) dan akan dipimpin oleh Paus Fransiskus.

Setelah upacara, jenazah Paus Benediktus XVI akan dibawa kembali ke dalam Basilika Santo Petrus Gua Vatikan.
Diberitakan sebelumnya, Paus Benediktus XVI meninggal dunia di usia 95 tahun, pada Sabtu (31/12).

“Dengan rasa duka mendalam kami mengabarkan bawa Paus Emeritus, Benediktus XVI meninggal dunia hari ini pukul 9:34 di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan,” demikian dikutip dari Vatican News.

Paus Fransiskus akan memimpin pemakaman Benediktus XVI. Ini menjadi momen pertama kalinya dalam sejarah modern di mana seorang paus memimpin pemakaman pendahulunya.

Pemakaman Benediktus XVI bakal diadakan di lapangan Santo Petrus yang berada di depan Basilika. Sebelum dimakamkan, masyarakat bisa melihat jenazah Benediktus di Basilika Santo Petrus pada 2-4 Januari 2023, pukul 9 pagi (08.00 GMT) sampai 7 malam (18.00 GMT).

“Seperti yang diinginkan Paus Emeritus (Benediktus XVI), pemakamannya akan sederhana,” kata Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni, dikutip dari France24, Minggu (1/1).

Berdasarkan aturan yang ditetapkan pada 1996, seorang paus harus dimakamkan sekitar empat hingga enam hari setelah kematiannya.

Namun, kali ini kardinal Vatikan tidak perlu mengadakan konklaf untuk memilih paus baru. Fransiskus yang dipilih untuk menggantikan Benediktus XVI pada 2013 bakal tetap memegang jabatan tersebut.

Pengumuman pengunduran diri Paus Benediktus XVI menggemparkan dunia pada Februari 2013 lalu. Saat itu, ia membuat pernyataan dalam bahasa Latin.

Mundurnya Benediktus XVI dari jabatan paus atau pimpinan pemuka Katolik dunia merupakan momen langka setelah hampir 600 tahun. Alasan kesehatan membuat paus Jerman bernama asli Joseph Alois Ratzinger itu mundur.

“Baik kekuatan pikiran dan tubuh itu perlu, kekuatan yang mana dalam beberapa bulan terakhir telah menurun dalam diri saya hingga akhirnya saya harus menyadari kekurangan saya untuk benar-benar mengisi posisi yang telah dipercayakan kepada saya ini secara cukup,” kata Paus Benediktus XVI kala itu.

Benediktus XVI adalah paus kedua setelah Coelestin V yang mundur atas keinginan sendiri. Sebelumnya, Coelestin V mengundurkan diri pada 1294 silam.

Paus Fransiskus lantas memberikan penghormatan kepada Benediktus XVI dengan menyebutnya sebagai seorang pria yang mulia dan baik hati yang merupakan hadiah bagi gereja serta dunia.

“Dengan emosi kita mengingat orangnya, begitu mulia, begitu baik. Dan di dalam hati kita merasakan rasa terima kasih yang begitu besar, terima kasih kepada Tuhan karena telah memberinya hadiah kepada gereja dan dunia,” kata Paus Fransiskus. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*