
JoSS, SEMARANG – Hevearita Gunaryanti Rahayu, resmi dilantik sebagai Wali Kota Semarang, Senin (30/1/2023). Empat pekerjaan besar pun telah menanti perempuan berusia 56 tahun yang akrab disapa Ita ini untuk diselesaikan.
Menjumpai warganya saat berlangsung tasyakuran pelantikannya di halaman Balai Kota Semarang, Senin sore, Ita menegaskan akan segera ‘gaspol’ sehari setelah ditahbiskan sebagai orang nomor satu dalam jajaran Pemkot Semarang.
“Terima kasih tak terhingga untuk dukungan anda semua. Sebenarnya [hari] ini sifatnya mengesahkan saja. Pelantikan ini menjadi satu spirit bahwa perempuan harus lebih berdaya. Hal ini dibuktikan di Semarang, lurah perempuan ini sudah lebih dari 30%. Keberadaan lurah perempuan ini membuat saya berharap memiliki amunisi lebih untuk fokus pada kebijakan pro perempuan dan anak,” beber Ita.
Ita pun menyebut empat fokus pemerintahannya, yakni banjir dan rob, stunting, kemiskinan, dan inflasi.
“Untuk banjir yang perlu dilakukan adalah pembebasan lahan-lahan. Sementara stunting ini perlu intervensi gizi, bukan hanya terhadap anak tapi juga ibu hamil,” urai alumni UPN Veteran Yogyakarta itu.
Ita melanjutkan, fokus berikutnya yakni kemiskinan adalah berupa upaya penurunan angka kemiskinan. Kendati tidak memiliki warga yang tergolong miskin ekstrem, Ita menyebut penurunan angka kemiskinan merupakan bagian dari upaya menyejahterakan masyarakat Kota Semarang serta usaha menghentikan kasus stunting.
“Yang keempat adalah inflasi, kita sudah terbilang baik bahkan untuk tingkat nasional secara year on year atau bulan ke bulan. Tapi akan lebih baik jika kita bisa masuk level 3, sekarang kan masing angka 4,” tegasnya lagi.
Sementara Megawati Soekarnoputri yang hadir langsung dalam pelantikannya disebut Ita turut memberikan beberapa pesan. Megawati mengatakan agar Ita untuk memperkuat ketahanan pangan dan pertanian.
Mendapat pesan dari Megawati, Ita pun mengatakan ia bertekad untuk menuntaskan pekerjaan rumah tersebut. “Ini adalah rangkaian dua periode bersama Pak Hendi, yakni membawa perkembangan Kota Semarang jauh lebih baik,” tutur Ita. (lna)

Leave a Reply