JoSS, SEMARANG – Genangan air di Jalan Kaligawe, Semarang, Senin (2/1/2023) masih tinggi atau banjir belum surut. Ketinggian air bervariasi dan tertinggi di bawah jembatan jalan tol. Hanya truk tronton dan truk trailer yang mampu menerjang banjir di bawah jembatan jalan tol.
Dengan kondisi ini, mobil dan sepeda motor tidak dapat melintasi jalan tersebut. Arus lalu lintas dari arah Semarang menuju Demak dan arah sebaliknya hingga saat ini masih lumpuh.
Mobil dan motor dari arah Demak menuju Semarang dialihkan melalui Jalan Wolter Monginsidi, Genuk. Sedangkan pengguna jalan dari Semarang yang hendak menuju Demak memilih lewat Jalan Majapahit-Mranggen-Karangawen-Demak.
“Genangan air masih tinggi. Hanya truk yang bisa melintas dengan aman. Mobil kecil, lebih baik lewat jalan alternatif. Yang hendak ke Demak dan sekitarnya bisa lewat Jalan Majapahit-Mranggen-Karangawen ke utara. Atau lurus lewat Gunung-Mintreng-Demak,” kata Dwi (43) warga Kaligawe, Senin (2/1/2023) dilansir dari inews.
Untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, petugas kepolisian melakukan penjagaan di kawasan Jalan Kaligawe. Hal itu mengingat beberapa truk justru mogok ketika menerjang banjir di Jalan Kaligawe.
Ada lima truk yang berhenti di tengah genangan banjir yang belum surut di sekitar flyover Kaligawe. Kemudian dua bus berukuran besar juga mengalami nasib serupa.
Angkutan umum yang biasa melayani masyarakat di jalur tersebut berhenti beroperasi sejak banjir melanda. Termasuk Bus Rapid Transit Trans Semarang tidak beroperasi. Warga yang melintas menumpang truk atau berjalan menerjang banjir dengan kedalaman mencapai satu meter.
Warga juga bisa memanfaatkan layanan perahu karet dari para relawan. Seperti Sabrina yang hendak pulang dari Rumah Sakit Sultan Agung menuju arah kota. “Tadi pagi berangkat juga naik perahu,” katanya.
Dia bersama warga lain naik perahu karet menembus banjir sampai lokasi yang kering. Jarak antara Rumah Sakit Sultan Agung hingga titik yang tak terendam banjir sejauh dua kilometer.
Sejak pagi para relawan telah bolak-balik mengantarkan warga yang hendak menuju RS Sultan Agung dan sekitarnya. Mereka juga mengantarkan warga yang hendak berobat ke rumah sakit tersebut. “Kami bawa dua perahu karet,” ujar Subkhi, relawan Forum Komunikasi Aktivis Masjid SAR. (lna)

Leave a Reply