JoSS, SEMARANG – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub Jateng, Syurya Deta Syafrie menyatakan proses evakuasi wisatawan yang terjebak di Pulau Karimunjawa telah diupayakan baik dari Pemprov Jateng, Pemkab Jepara dan PT Pelni. Ratusan wisatawan diperkirakan tiba di Semarang pukul 02.00 WIB Rabu (28/12/2022) ini hari.
Dia menambahkan, pihak Pemkab Jepara telah menyiapkan dua bus dan delapan mobil di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk menyambut para wisatawan Karimunjawa yang sempat terjebak karena cuaca buruk. Tidak hanya wisatawan, ada juga warga dan pekerja yang akan ikut KM Kelimutu yang menjemput mereka.
“Pemda Jepara sudah sediakan dua armada bus sedang dan delapan mobil penumpang untuk bantu pemulangan,” kata Syurya dilansir dari detikjateng.com, Selasa (27/12/2022).
Ia menjelaskan ada 497 orang yang akan diangkut KM Kelimutu. Selain wisatawan lokal, ada juga 35 WNA dan 101 pekerja dan warga yang hendak keluar dari Pulau Karimunjawa. “Ada wisman 35 orang, warga dan pekerjaan ada 101 orang. Nanti akan berangkat dari pelabuhan Legon Bajak Karimunjawa ke Tanjung Emas,” jelasnya.
Untuk diketahui, ratusan wisatawan terjebak di Karimunjawa akibat cuaca ekstrem dan ombak tinggi. Mereka seharusnya pulang sejak hari sejak Rabu (21/12).
Skenario pemulangan ratusan pelancong itu menggunakan kapal milik Pelni KM Kelimutu, yang akan berlabuh di Dermaga Legon Bajak. Ia mengatakan, komunikasi telah terjalin diantara Pemprov Jateng, Pemkab Jepara dan Kementerian Perhubungan.
“Kita mohon agar dilakukan deviasi, Kapal Kellimutu yang seharusnya dari Kumai langsung ke Semarang, dideviasikan (berbelok) singgah di Legon Bajak Karimunjawa tanggal 27 Desember dan akan mengangkut wisatawan,” paparnya.
Dikatakan, saat ini wisatawan dalam kondisi baik. Hal itu karena telah ada sinergi dari pihak terkait menyangkut logistik, kesehatan, hingga penginapan.
“Kami juga berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Karimunjawa, terkait suplai logistik. Tidak ada hal mendesak dan perlu dikhawatirkan, pasokan pangan, energi aman semua,” sebutnya.
Terakhir, Deta mengimbau agar wisatawan dan pengelola perjalanan wisata lebih memperhatikan situasi cuaca di perairan Karimunjawa.
“Kita sudah mengetahui pola cuaca di Karimunjawa, misal Desember-Januari polanya ada angin barat, yang menyebabkan angin dan ombak tinggi. Kami harap biro wisata dan pelaku wisata memahami serta memberi sosialisasi terkait pola perjalanan wisata di Karimunjawa paling bagus pada April-Oktober. Ini sebagai pembelajaran yang baik,” pungkas Deta.
Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Hariadi mengatakan KM Kelimutu dari Sampit diperkirakan tiba di Karimunjawa antara 19.30 WIB sampai 20.30 WIB. Kemudian mereka akan langsung berangkat menuju Semarang.
“Kapal sudah jalan diperkirakan sampai 19.30-20.30 sampai di sana. Angkut dari sana langsung ke Semarang perkiraan jam 02.00 malam sampai,” kata Hariadi lewat telepon. (lna)

Leave a Reply