
JoSS, SEMARANG – Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub ) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan pihaknya akan menyiapkan empat posko pemantauan arus lalu lintas selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Posko akan mulai mendirikan pada Rabu (21/12) hingga pergantian tahun baru.
Pada pemantauan Nataru kali ini, Endro menyampaikan akan menerjunkan 300 personel untuk ditempatkan di pos terpadu. Terkait apakah ada penutupan jalan maupun tidak, Endro belum bisa memutuskan. Rekayasa lalu lintas maupun Skenario penutupan jalan saat Nataru akan diputuskan nanti setelah melihat kondisi lalu lintas di lapangan dan juga menunggu kesepakatan bersama dengan Satlantas Polrestabes Semarang.
“Pasti kita lihat situasi, kemudian kesepakatan dengan jajaran satlantas perlu tidaknya dibuat satu arah atau cobtraflow. Nataru ini kurang lebih 300 personil yang ada di pos- pos terpadu, ” imbuhnya.
“Empat posko terpadu ditempatkan di Kawasan Tugu Muda, Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pandanaran, Posko Induk TACS Kantor Dishub Kota Semarang, dan Kawasan Simpang Lima,” jelasnya, belum lama ini.
Endro menyebut, rencana pemantauan masih tetap dilakukan seperti tahun sebelumnya. Yakni menggunakan juknis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pemantauan Nataru.
“Kita pasti sama. Sama dengan jajaran kepolisian untuk konsentrasinya seperti tempat ibadah, dan pusat perbelanjaan,” ujarnya.
Selain itu, Endro juga menyampaikan prediksi Kemenhub mengenai peningkatan arus balik Nataru mencapai 16 persen. Hal itu disampaikan saat kegiatan Lintas Sektoral melalui online.
“Jadi peningkatan arus balik, sekitar 16 persen beda dengan tahun sebelumnya. Ada kenaikan sedikit karena liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 berdekatan dengan Idul Fitri yang direncanakan pada Maret,” jelasnya.
Sementara untuk pemantauan yang perlu diantisipasi yakni tempat peribadatan. Di antaranya Gereja Katedral Semarang dan Gereja Blenduk yang menjadi satu dengan kawasan wisata.
Malam Natal diadakan di hari Minggu.”Selama ini, malam Jumat, malam Sabtu, dan malam Minggu Kota Lama ditutup. Nampaknya, car free night di kawasan wisata Kota Lama ditidadakan. Kita utamakan untuk saudara-saudara kita akan beribadah,” pungkasnya. (Djs)

Leave a Reply