Putra Pertama Hyun Bin dan Son Ye Jin Lahir di Tengah Krisis Demografi Akibat Resesi Seks di Korsel

hyun bin
Tangkapan Lalyar Instagram/@vast.ent

JoSS, SEOUL – Kabar gembira datang dari pasangan selebriti Son Ye Jin dan Hyun Bin. Anak pertama mereka lahir pada Minggu (27/11). “Baik ibu dan sang bayi dalam keadaan sehat,” demikian pengumuman resmi agensi Msteam Entertainment.

Kelahiran anak laki-laki Son Ye Jin dan Hyun Bin ini bak oase di tengah kabar isu krisis demografis Korea Selatan imbas wanita yang tak lagi memiliki minat melahirkan dan punya anak.

Korea Selatan hanya mencatat tingkat kesuburan 0,81 persen pada 2021 berdasarkan data pemerintah. Idealnya, satu negara harus memiliki tingkat kesuburan 2,1 persen untuk menjaga populasi.

Imbasnya bisa sangat serius. Jika populasi Korsel terus menyusut, tak bakal ada usia produktif yang bisa menggantikan ‘aging population’ sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di negara.

Tidak ada angka resmi berapa banyak warga Korea Selatan yang memilih untuk tidak menikah atau memiliki anak. Namun catatan dari badan statistik nasional menunjukkan ada sekitar 193 ribu pernikahan di Korea Selatan tahun lalu, turun dari puncaknya 430 ribu pada tahun 1996.

Data badan tersebut juga menunjukkan sekitar 260.600 bayi lahir di Korea Selatan tahun lalu, sementara puncak kelahiran di negara tersebut mencapai 1 juta pada tahun 1971.

Gaya hidup yang berubah menjadi pemicu resesi seks atau hilangnya gairah berhubungan seks, memiliki anak, dan menikah, seperti yang terjadi di Korea Selatan. Pasalnya, angka kelahiran Korsel kembali mencetak rekor terendah dunia yakni 0,81.

Imbasnya bisa sangat serius. Jika populasi Korsel terus menyusut, tak bakal ada usia produktif yang bisa menggantikan ‘aging population’ sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di negara.

Para pejabat Korsel bak melakukan berbagai cara untuk membujuk pasutri memiliki lebih banyak anak dan wanita yang ‘ogah’ menikah yakni insentif tambahan biaya melahirkan, tunjangan kesehatan, hingga kemudahan akses pinjaman, tetapi tampaknya strategi itu tak berhasil.

Dikutip dari BBC, uang tentu saja menjadi faktor berubahnya keinginan seseorang memiliki anak. Membesarkan anak di Korsel terbilang mahal dan banyak anak muda yang terbebani dengan biaya perumahan sangat besar.

Belum lagi kesenjangan upah gender di Korsel menjadi yang tertinggi di antara banyak negara kaya, sebagian besar wanita Korsel terbiasa berhenti bekerja setelah memiliki anak lantaran karier dinilai ‘mandek’.

Intinya, banyak wanita Korsel dipaksa memilih antara berkarir atau berkeluarga. Kini, semakin banyak dari mereka memutuskan tidak ingin mengorbankan karir mereka.

“Kami sedang mogok punya bayi,” demikian salah satu keluhan wanita kepada BBC.

Kelahiran anak Son Ye Jin juga disambut bahagia oleh sejumlah netizen di Korea Selatan. Mereka ikut menyambut bayi yang diberi julukan ‘BinJin baby’ ini.

“Selamat, ini adalah kabar yang sangat baik. Saya harap dia tetap sehat di masa depan,” tulis salah satu netizen. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*