Netizen Ini Beberkan Cara Modifikasi MCB Bagi Pelanggan Prabayar Agar Irit Saat Isi Daya Mobil Listrik Di Rumah

Daya Mobil Listrik Di Rumah
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik (Foto: desygner)

MOBIL listrik kini mulai banyak dijumpai di jalanan. Semakin meningkatnya pengguna mobil listrik, PLN pun memberikan keringanan kepada seluruh pengguna kendaraan listrik berupa diskon 30 persen saat melakukan pengecasan di rumah. Bagaimana cara mendapatkannya?

Umumnya, diskon ini hanya berlaku buat pelanggan pasca bayar atau sistem abodemen. Namun netizen ini membeberkan cara pelanggan pra bayar atau sistem token pemilik kendaraan listrik yang berharap diskon dari PLN dengan memodifikasi alat Miniatur Circuit Breaker (MCB)

Perlu dipahami, diskon tarif tenaga listrik sebesar 30 persen pada pukul 22.00 WIB – 05.00 WIB. Jadi, jika tarif normal Rp1.450 per kWh, usai didiskon menjadi Rp1.100 per kWh.

Salah satu pengguna media sosial Tiktok, yang merupakan pemilik mobil listrik Hyundai Ioniq 5, Insan Mahaputra menjelaskan untuk mendapat diskon yaitu dengan menghubungi call center PLN.

Ia bercerita instalasi listrik rumah yang ia gunakan jenis pra bayar, maka harus menggunakan peralatan tambahan bernama wireless extender yang terhubung dengan wall charger.
Wall charger yang terhubung dengan boks listrik butuh minimal daya minimal 6.600 Watt untuk melakukan pengisian secara maksimal.

Sederhananya, wireless extender itu berfungsi untuk memberikan sinyal internet ke mesin charger yang diintegrasikan ke sistem listrik PLN.

Dengan begitu setiap pengguna melakukan pengecasan mobil listrik di rumah, secara otomatis tarifnya akan dikenakan diskon 30 persen.

“Ya khususnya di jam 10 malam sampai 5 pagi potongannya 30 persen. Jadi yang tadi butuh 10 kwh, ini jadi 7 kWh. Lumayan banget kan,” ucap dia.

Sebelumnya,Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan saat ini PLN sudah menyiapkan infrastruktur dan layanan pendukung untuk menjawab kebutuhan pengguna kendaraan listrik.

Selain diskon, ia bilang untuk memudahkan pengisian daya kendaraan listrik, PLN juga menyiapkan layanan pendukung home charging beserta instalasi charging kendaraan listrik di rumah pelanggan.

Sementara itu, pemerintah mengklaim membangun 332 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 279 lokasi publik sampai Juli 2022. Selain itu berdiri 369 Unit Battery Swap Station yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pembangunan SPKLU tersebut, termasuk di antaranya Charging Station di destinasi pariwisata, misalnya dalam rangka KTT G20. Di sana telah dibangun 24 SPKLU di 17 Lokasi di Pulau Bali, dua di antaranya adalah unit UltraFast Charging200kW.

Selain itu SPKLU ini juga telah dibangun di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur dan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur.

“Diharapkan dengan jumlah SPKLU yang semakin banyak, dan dibarengi teknologi pengisian yang makin maju, proses pengisian ulang baterai kendaraan listrik hanya memerlukan waktu pengisian baterai antara 30 sampai 90 menit, sehingga dapat membuat mobil listrik makin menarik bagi para pengguna kendaraan bermotor,”Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM M.P. Dwinugroho dalam situs resmi, Kamis (22/9/2022).

Ada tiga pilihan penyediaan SPKLU mulai dari Medium Charging, Fast Charging hingga Ultra Fast Charging.

Untuk Jawa Tengah dan DIY sendiri, 13 unit di 13 lokasi yaitu:

– PLN UID Jateng-DIY
– Ruas tol Jakarta-Surabaya (4 lokasi, 4 unit)
– Hyundai (8 lokasi, 8 unit). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*