
JoSS, SEMARANG – Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jateng, dr. Agus Suryanto meminta rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meningkatkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi risiko penyebaran virus cacar monyet atau monkey pox yang kini telah masuk di Indonesia.
Agus mengatakan upaya adaptif diperlukan pengelola rumah sakit untuk mengatasi potensi bencana non-Covid-19. Hal itu dikarenakan rumah sakit menjadi garda terdepan dalam menyiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kita harus bisa siapkan layanan kesehatan yang pertama bagi masyarakat. Tentunya juga diikuti dari kapasitas rumah sakit yang sudah ditentukan. Kita ajak seluruh anggota Persi siapkan layanannya,” ujar Agus. saat menggelar konferensi pers di Patra Hotel, Kota Semarang, Senin (22/8/2022).
Agus juga menegaskan rumah sakit tetap siapkan pelayanan bagi pasien Covid-19. Meski demikian, secara sistem rujukan pasien dilakukan secara umum sesuai kategori standar kelas rawat inap. Pihaknya juga akan mengantisipasi jika seandainya ada kebijakan yang berbeda atau baru yang akan dijalankan.
“Kita sadari bahwa pandemi Covid-19 belum selesai. Maka kita tetap siapkan fasilitas jika sewaktu-waktu akan dikembalikan,” tegas dia.
Tak hanya itu, Agus mengungkapkan dua tahun lebih pandemi turut mendorong optimalisasi layanan medis di rumah sakit, yakni ke arah digitalisasi.
“Kita ambil hikmah bahwa setelah adanya pandemi membuat kita beralih ke layanan digitalisasi rumah sakit. Karena sekarang berada di era 5.0 maka tentunya ini hanya bisa dilakukan dengan teknologi digital. Terutama memakai YouTube, Instagram dan media sosial lainnya akan jadi layanan personal. Konsultasi juga nggak harus datang ke rumah sakit, sehingga pengelola bisa menyesuaikan dengan pola pelayanannya,” jelasnya.
Adaptasi layanan ini, imbuh Agus, sejalan dengan kegiatan seminar yang akan digelar Persi Jateng dalam waktu dekat ini. Seminar dengan tema “Transformasi Menuju Rumah Sakit Di Indonesia Yang Adaptif, Beretika, Dan Kompeten” ini akan digelar di Patra Hotel, Kota Semarang, Kamis-Sabtu (25-26/8/2022).
“Rangkaian seminarnya nanti diselingi dengan pameran produk alat kesehatan, UMKM dan promosi layanan medis,” imbuh Agus. (lna)

Leave a Reply