
PENCIPTA lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet meminta maaf kepad masyarakat dan mengubah lirik lagunya tanpa menyebut nama tokoh ulama besar tersebut.
Untuk diketahui, lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang menuai kritikan dari berbagai pihak. Lagu tersebut juga urung dinyanyikan di Istana Merdeka pada saat peringatan HUT ke-77 RI Rabu (17/8/2022) lalu.
Kritikan muncul atas lagu yang sedang naik daun tersebut, salah satunya datang dari ulama besar Nahdlatul Ulama (NU), Gus Muwafiq.
Dia menilai pengarang lirik lagu tersebut tidak mengetahui sejarah. Menurut dia, Joko Tingkir bukan orang sembarang. Joko Tingkir merupakan ulama besar yang menurunkan ulama-ulama di Jawa. Joko Tingkir adalah kakek ke-3 dari KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Nasab Joko Tingkir bertemu dengan Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, salah satu Wali Songo yang telah berjasa besar dalam mendakwahkan Islam di Nusantara. Karena menuai polemik, pencipta Joko Tingkir Ngombe Dawet memutuskan untuk mengubah lirik lagu tersebut.
“Saya juga di channel saya sudah mengubah liriknya tidak menggunakan Joko Tingkir lagi dan tolong dimaafkan karena ketidaktahuan saya tentang Joko Tingkir,” ujar dia dalam video yang tayang di kanal Youtube TAMA HALU 008.
Pada kesempatan itu, dia menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaktahuan dia soal sosok Joko Tingkir yang ternyata ulama besar.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Lamongan dan pihak-pihak yang tersinggung dan kurang berkenan karena saya telah membuat lirik lagu menggunakan nama Joko Tingkir,” ucap dia.
Dia tak ada niatan sama sekali untuk melecehkan nama Joko Tingkir dalam lagu yang kini liriknya telah diubah tersebut. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena ketidaktahuan ketidakpahman saya di balik nama Joko Tingkir ini sosok ulama besar dan dihormati di Jawa. Saya mohon maaf tidak ada niatan saya untuk melecehkan nama beliau,” tambah dia. (lna)

Leave a Reply