
SERING kali kolesterol naik secara tiba-tiba, meski sudah berusaha mengatur pola makan. Namun, faktor penyebab kolesterol tinggi secara tiba-tiba tak hanya dari makanan.
Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), penyebab paling umum dari kolesterol tinggi meliputi makan makanan yang tak seimbang, kurangnya aktivitas fisik dan obesitas. Faktor-faktor ini cenderung menyebabkan peningkatan kolesterol dalam jangka waktu yang lebih lama.
Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, dokter kemungkinan akan merekomendasikan perubahan gaya hidup dalam upaya menurunkan kolesterol Anda. Ini termasuk perubahan pola makan dan kebiasaan makan, menambahkan lebih banyak aktivitas fisik ke rutinitas harian, menurunkan berat badan, berhenti merokok. Genetika juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Ini disebut hiperkolesterolemia familial.
Dalam beberapa kasus, kolesterol dapat meningkat lebih cepat. Berikut kemungkinan faktor yang dapat menyebabkan kolesterol naik lebih cepat seperti dilansir dari Healthline, Jumat (19/8/2022).
1. Minum Kopi
Kafein sering dikaitkan dengan lonjakan tekanan darah tinggi. Tetapi kopi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Dalam sebuah studi kecil selama 1 minggu di 2018, para peneliti meneliti dampak konsumsi espresso setiap hari pada orang dewasa muda. Mereka menentukan bahwa mengonsumsi rata-rata empat espresso per hari dikaitkan dengan peningkatan kolesterol total dan kolesterol jahat. Efek peningkatan kolesterol ini mungkin disebabkan oleh diterpen, atau minyak, dalam kopi.
Jadi, untuk meminimalkan risiko kolesterol tinggi dari kopi, pertimbangkan untuk membatasi minuman yang dibuat dengan espresso.
2. Stres
Psikologis Stres dan kadar kolesterol juga terkait. Menurut studi 2017, stres psikologis dapat meningkatkan risiko memiliki kolesterol jahat dan kolesterol total yang tinggi. Ini bisa jadi karena hormon kortisol, yang melonjak selama masa stres.
Kadar kortisol yang tinggi memiliki efek peningkatan kolesterol pada tubuh. Untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi akibat stres, cobalah berlatih teknik manajemen stres seperti olahraga, meditasi, dan latihan pernapasan.
3. Merokok
Merokok adalah kemungkinan penyebab lonjakan kadar kolesterol. Hal ini disebabkan nikotin, bahan utama dalam produk tembakau seperti rokok. Selama merokok, nikotin dalam jumlah tinggi memasuki aliran darah melalui paru-paru. Hal ini menyebabkan tubuh melepaskan neurotransmitter yang disebut katekolamin.
Peningkatan katekolamin meningkatkan lipolisis, atau pemecahan lipid, yang meningkatkan produksi kolesterol jahat. Kenaikan kolesterol jahat juga mengurangi kadar kolesterol baik. Cara terbaik untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi akibat rokok adalah dengan menghindari atau berhenti merokok.
4. Obat-obatan
Beberapa obat memiliki efek peningkatan kolesterol pada tubuh. Ini termasuk obat resep seperti obat antihipertensi, beta-blocker, danazol, retinoid, antipsikotik, antikonvulsan, imunosupresan, obat antivirus dan interferon.
Secara umum, obat-obatan ini meningkatkan kadar kolesterol darah dengan mengubah metabolisme lipid. Obat-obatan tertentu, seperti antipsikotik, juga dapat meningkatkan kolesterol dengan meningkatkan berat badan.
Untuk mencegah peningkatan kolesterol akibat obat, bicarakan dengan dokter. Mereka dapat menentukan risiko dan, jika perlu, mengubah obat atau dosis Anda.
5. Kehamilan
Selama kehamilan, wajar jika kolesterol meningkat 30 persen hingga 40 persen. Itu karena kolesterol sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang sehat. Kadar kolesterol tinggi selama kehamilan terkait dengan peningkatan kadar estrogen dan progesteron, laktogen plasenta dan resistensi insulin.
Namun, kolesterol mungkin meningkat terlalu banyak selama kehamilan. Kondisi ini disebut hiperkolesterolemia gestasional atau hiperkolesterolemia ibu. Seorang dokter dapat membantu mengelola kondisi tersebut dengan menyarankan perubahan pola makan dan meresepkan obat penurun lipid. (lna)

Leave a Reply