Intensifkan Pencegahan Cacar Monyet, Pemkot Pekalongan Lakukan Pelacakan Warganya

Pencegahan Cacar Monyet
Ilustrasi Cacar Monyet (NDTV.com)

JoSS, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengintensifkan pencegahan penyebaran penyakit cacar monyet (monkeypox) dengan melakukan pelacakan pada warga yang pulang dari luar negeri.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan RI telah mengumumkan satu pasien terkonfirmasi cacar monyet yang ditemukan di DKI Jakarta.

“Pasien itu adalah seorang laki-laki yang baru bepergian dari luar negeri. Oleh karena itu, kami terus memaksimalkan pencegahan agar kasus cacar monyet itu tidak menyebar ke daerah ini dengan mengintensifkan pelacakan warga yang baru pulang dari luar negeri,” katanya, dilansir dari Antara.

Afzan Arslan yang akrab disapa Aaf mengatakan hingga kini di Kota Pekalongan belum ada warga yang suspek atau positif tertular cacar monyet.

Namun demikian, kata dia, warga harus tetap waspada terhadap penularan penyakit itu dengan menjaga pola hidup sehat dan menjaga lingkungan tetap bersih.

Menurut dia, seseorang tertular penyakit ini antara lain memiliki ciri seperti demam, pembesaran kelenjar limfa, bintik-bintik merah kulit muka, ruam di telapak tangan, dan ruam pada kaki.

“Kasus cacar monyet memang sudah masuk Indonesia, yang ternyata pasien pertama ini baru pulang dari luar negeri sehingga kami perlu melakukan pencegahan dengan melacak warga yang baru pulang dari luar negeri,” katanya.

Ia minta warga yang mengalami gejala penyakit cacar monyet segera periksa ke layanan kesehatan.

“Dengan melakukan pemeriksaan lebih cepat, kami berharap potensi penularan penyakit ini bisa dikendalikan lebih baik,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pertama penyakit cacar monyet ditemukan di Indonesia. Kasus cacar monyet itu terkonfirmasi pada pasien laki-laki berusia 27 tahun yang berasal dari DKI Jakarta.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, pasien mengalami sejumlah gejala sebelum akhirnya terdiagnosis cacar monyet pada Jumat (19/8/2022) malam.

“Dengan gejala tanggal 14 (Agustus) itu ada demam, kemudian juga ada pembesaran kelenjar. Tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat,” ujarnya, dalam konferensi pers, Sabtu (20/8/2022).

Adapun gejala penyakit cacar monyet secara garis besar, gejala cacar monyet terbagi menjadi dua, yakni pada periode masa invasi selama 0-5 hari dan masa erupsi 1-3 hari.

1. Gejala cacar monyet masa invasi Demam tinggi Sakit kepala berat Kelenjar getah bening bengkak Nyeri otot Lemas

2. Gejala cacar monyet masa erupsi Muncul ruam-ruam pada kulit, terutama di area wajah, kaki, telapak tangan, alat kelamin, serta selaput lendir mata. Awalnya, ruam ini berupa lesi, bercak, atau bintik kemerahan yang muncul selama 24 jam.

Setelah empat hari, ruam itu akan berkembang menjadi bintik-bintik berisi cairan dan nanah. Sekitar pada hari kesembilan, ruam akan mengering dan keropeng. Penderita cacar monyet bisa merasakan ruam selama tiga minggu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*