Salatiga Ternyata Kota Tertua di Jawa, Prasasti Ini Jadi Buktinya

Salatiga Ternyata Kota Tertua di Jawa, Prasasti Ini Jadi Buktinya
Kantor Walikota Kota Salatiga (Dok. salatiga.go.id)

TAHUKAH Anda, Kota Salatiga merupakan kota tertua di Pulau Jawa dan salah satu yang paling tua di Indonesia?

Dilansir dari Salatiga.go.id, Minggu (22/5/2022), ada beberapa sumber yang dijadikan dasar yang menyatakan bahwa Salatiga adalah salah satu kota tertua di Indonesia.

Dari beberapa sumber tersebut, Prasasti Plumpungan dijadikan dasar informasi terkait hari lahir Kota Salatiga. Dalam prasasti itu tercantum bahwa Kota Salatiga berdiri pada 750 Masehi.

Prasasti Plumpungan

Prasasti dengan ukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dan garis lingkar 5 meter ini berada di Dukuh Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Sejarahwan yang sekaligus Epigraf, Dr.J.G.de Casparis mengalihkan tulisan tersebut secara lengkap dan kemudian disempurnakan oleh Prof. Dr.R. Ng Poebatjaraka.

Prasasti tersebut berisi ketetapan hukum tentang status tanah perdikan atau swatantra bagi suatu daerah yang ketika itu bernama Hampra, yang kini bernama Salatiga. Pemberian perdikan tersebut merupakan hal yang istimewa pada masa itu oleh seorang raja karena tidak semua daerah dijadikan perdikan.

Perdikan adalah suatu daerah dalam kerajaan tertentu yang dibebaskan dari segala kewajiban, seperti membayar pajak atau upeti karena memiliki kekhususan tertentu. Dasar pemberian perdikan itu diberikan kepada kepala daerah atau kepala desa yang benar-benar berjasa kepada seorang raja.

Prasasti ini diperkirakan dibuat pada hari Jumat, 24 Juli 750 Masehi dan ditulis oleh Citraleka yang sekarang dikenal dengan sebutan penulis atau pujangga, dengan dibantu pendeta atau resi dan ditulis dalam Bahasa Jawa kuno yang berbunyi “Srir Astu Swasti Prajabyah” yang berarti “Semoga bahagia, selamatlah rakyat kalian.”

Sejarawan memperkirakan masyarakat Hampra telah berjasa kepada Raja Bhanu yang merupakan raja besar dan sangat memperhatikan rakyatnya dan memiliki daerah kekuasaan, meliputi Salatiga, Ambarawa, dan Kabupaten Boyolali.

Penetapan dalam prasasti tersebut merupakan titik tolak berdirinya daerah Hampra secara resmi sebagai daerah Perdikan. Atas dasar prasasti itulah, ditetapkan berdasarkan Perda No 15 tahun 1995 bahwa hari jadi Kota Salatiga diperingati setiap 24 Juli.

Sementara itu, dilansir dari Solopos.com, Salatiga menempati urutan kedua dari 10 kota tertua di Indonesia. Posisi pertama adalah Palembang, kemudian posisi ketiga ada pada Kediri, kemudian Magelang, Banda Aceh, Surabaya, Baubau, Ambon, Tegal dan Padang. Dengan melihat posisi tersebut, Salatiga secara otomatis menjadi kota tertua di Pulau Jawa. (lna)

Baca Juga: Wisata Murah Tapi Mewah, Atlantic Dreamland Salatiga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*