JoSS, JOGJA – Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D. terpilih sebagai Rektor UGM Periode 2022 – 2027 setelah mendapat suara terbanyak dalam hasil akhir proses pemungutan suara Pemilihan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2022-2027.
Prof Ova yang merupakan Dekan FK-KMK UGM itu meraih 21 suara dari total 25 Majelis Wali Amanat (MWA) yang dilibatkan dalam Pemilihan Rektor kali ini.
Sebelumnya, Tiga calon rektor UGM mengikuti tahapan Pemilihan dan Penetapan Rektor oleh Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Jumat (20/5/2022) di Balai Senat UGM. Ketiga calon tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto, Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng., dan Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D.
Dalam Rapat Pleno MWA ini, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D. terpilih sebagai Rektor UGM Periode 2022 – 2027 setelah mendapat suara terbanyak.
“Kami sudah melakukan voting, dan hasilnya adalah Prof. Bambang Agus Kironoto memperoleh satu suara, Prof. Deendarlianto tiga suara, dan Prof. Ova Emilia memperoleh 21 suara. Tertinggi dan melampaui 50 persen adalah Prof Ova Emilia, oleh karena itu rapat pleno ini tadi memutuskan rektor terpilih untuk periode 2022-2027 adalah Prof dr Ova Emilia,” jelas Menteri Sekretaris Negara (mensesneg) RI sekaligus Ketua MWA UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.
Menteri sekaligus anggota MWA lain yang turut hadir dalam proses pemilihan rektor UGM kali ini antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan (menhub) Budi Karya serta Menteri Luar Negeri (menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi.
Adapun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (mendikbud ristek) Nadiem Makarim yang memiliki suara 35 persen untuk menentukan rektor terpilih.
Prof Ova Emilia terpilih setelah melalui rangkaian proses seleksi bakal calon rektor dan pemilihan rektor yang berlangsung sejak tanggal 24 Januari 2022.
Tahapan pendaftaran serta seleksi administrasi meloloskan enam bakal calon rektor yang kemudian diseleksi menjadi tiga calon rektor pada Rapat Pleno Senat Akademik pada tanggal 12 Mei lalu.
Penetapan Rektor oleh MWA menandai akhir dari rangkaian proses pemilihan rektor, dan rektor terpilih rencananya akan dilantik pada pekan depan.
“MWA akan segera melakukan pelantikan rektor terpilih Prof Ova Emilia menjadi rektor resmi pada 27 Mei 2022,” imbuh Pratikno.
Sementara Prov Ova mengatakan, dalam program hari program 100 hari kerja pertamanya akan mencoba untuk mendengar problem-problem yang ada di unit kerja UGM. Ia juga akan memimpin kampus sebagai mitra kerja pemerintah yang kritis.
“Kemudian kita akan rencananya tahun ini akan membuat rencana strategis. Sehingga mungkin fokusnya adalah ke situ,” imbuhnya.
Mengutip keterangan resmi UGM,
Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D. merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM yang juga menjabat sebagai Dekan sejak tahun 2016. Wanita kelahiran Yogyakarta, 19 Februari 1964 ini menamatkan pendidikan sarjana di UGM pada tahun 1987, dan kemudian melanjutkan studi S2 di University of Dundee, Skotlandia, pada tahun 1990.
Ia menjalani pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di UGM pada tahun 1996 – 2000, kemudian S3 Clinical Teaching di University of New South Wales Wales dan pendidikan dokter subspesialis di UGM pada tahun 2009.
Selain menjadi Dekan, ia juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia sejak tahun 2018. Penghargaan yang pernah ia terima diantaranya First prize for young gynecologist award tahun 1998 dan SIDA Award tahun 2006.
Ia memiliki berbagai pengalaman menulis buku dan jurnal internasional, serta pengalaman membangun inovasi, advokasi, dan kebijakan. Pada tahun 2012 – 2020, misalnya, ia membentuk kurikulum bagi dokter untuk pelayanan KB yang menjadi model pelatihan yang diangkat secara nasional dan diterapkan di Fakultas Kedokteran di Indonesia.
Dalam paparan strategi dan program kerja, Ova menguraikan sejumlah strategi, diantaranya memperkuat pendidikan transdisiplin yang mendorong kewirausahaan sosial, kemandirian dan keberagaman, memperkuat pengabdian yang komprehensif dan berkesinambungan untuk penyelesaian permasalahan wilayah dengan melibatkan sivitas akademika dan alumni, serta memperkuat atmosfer kampus yang sehat, ramah lingkungan, berbudaya dan bertanggung jawab secara sosial. (lna)

Leave a Reply