Elon Musk Berencana Kenakan Biaya Bagi Pengguna Twitter Komersial dan Pemerintah  

Kenakan Biaya Bagi Pengguna Twitter Komersial dan Pemerintah
Elon Musk

JoSS, JAKARTA – Pendiri Tesla dan SpaceX Elon Musk  berencana akan mengenakan biaya kepada sebagian pengguna Twitter, seperti korporasi untuk kebutuhan komersial atau pejabat pemerintah.

Namun, ia memastikan Twitter akan tetap gratis untuk masyarakat biasa.

“Twitter akan selalu gratis untuk pengguna biasa, tetapi mungkin (mengenakan) sedikit biaya untuk pengguna komersial atau pemerintah,” beber dia lewat akun Twitter @elonmusk, Rabu (4/5).

Ide tersebut ia sampaikan usai dua hari sebelumnya Elon menyebut akan mengeruk keuntungan lewat cuitan dengan mengenakan biaya untuk fitur embed Twitter, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com.

Berbagai cara menghasilkan uang Elon sampaikan kepada bank yang menyetujui pinjaman akuisisi Twitter.

Kepada bank, Musk mengklaim akan mengembangkan cara untuk ‘menguangkan’ twit yang berisi informasi penting atau cuitan viral.

Termasuk membebankan biaya ketika situs pihak ketiga ingin menyematkan (embed) tweet dari individu atau organisasi yang terverifikasi.

Sebagaimana dilansir Reuters, informasi tersebut diberikan saat ia mengajukan pinjaman, hanya beberapa hari setelah mengajukan penawaran ke Twitter pada 14 April.

Pengajuan komitmen bank pada 21 April ini merupakan kunci petinggi Twitter menerima tawaran Musk.

Orang terkaya dunia tersebut harus meyakinkan bank bahwa Twitter bisa menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar utang.

Pada akhirnya, dia mendapatkan pinjaman senilai US$13 miliar yang dijamin dari Twitter, dan pinjaman US$$12,5 miliar dari saham Tesla. Dia setuju untuk membayar sisa pembayaran dengan uangnya sendiri.

Elon Musk bisa mengkaji ulang gaji petinggi-petinggi Twitter untuk memangkas biaya, serta akan mengembangkan cara baru untuk mengeruk keuntungan dari cuitan.

Ia memaparkan rencana itu kepada bank yang menyetujui pinjaman untuk akuisisi, dan kemudian diceritakan kembali oleh tiga orang yang mengetahui masalah tersebut.

Musk sendiri sudah mencuitkan tentang pengurangan gaji dewan direksi Twitter, yang katanya dapat menghemat biaya operasional sekitar US$3 juta. Kompensasi berbasis saham Twitter untuk 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021 adalah US$630 juta, meningkat 33 persen dari 2020.

Dalam pidatonya ke bank, Musk juga merujuk margin kotor Twitter lebih rendah daripada bisnis digital serupa seperti Meta dan Pinterest. Menurut dia, hal ini menunjukkan peluang terbuka lebar untuk menjalankan perusahaan dengan cara yang lebih hemat biaya.

Sumber meminta namanya tidak disebutkan karena masalah ini bersifat rahasia. Saat dikonfirmasi Reuters, perwakilan Musk menolak berkomentar.

Kepada bank, Musk mengklaim akan mengembangkan cara untuk ‘menguangkan’ twit yang berisi informasi penting atau cuitan viral. Termasuk membebankan biaya ketika situs pihak ketiga ingin menyematkan (embed) tweet dari individu atau organisasi yang terverifikasi. (lna)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*