Lima Lokasi Potensi Wisata di Wonosobo Bakal Dikembangkan Jadi Dieng Baru

Foto: instagram.com/dhian_hardjodisastroa

JoSS, WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo tengah mendorong pengembangan lima objek wisata di wilayahnya sebagai Dieng baru. Keberadaan lima objek wisata Dieng baru ini diyakini bakal semakin meningkatkan sektor pariwisata di daerah ini.

Bupati Wonosobo, Jawa Tengah, Afif Nurhidayat menyebutkan lima Dieng baru tersebut, yakni kawasan Telaga Menjer, Pemandian Kalianget, koridor Candiyasan-Keseneng, Waduk Wadaslintang, dan Gunung Lanang Mergolangu Kalibawang.

Afif tak menampik saat ini Kawasan Dieng menjadi andalan pariwisata di Kabupaten Wonosobo. Meski demikian, wisata di Wonosobo tidak hanya Kawasan Dieng, tapi juga terdapat sejumlah destinasi wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

Ia menyampaikan hal tersebut pada acara “Nguda Rasa” di Pendapa Utara Kabupaten Wonosobo. Kawasan Dieng merupakan andalan pariwisata Kabupaten Wonosobo.

“Kami dorong dan persiapkan lima Dieng baru untuk dapat go internasional melalui perbaikan sarana prasarana yang ada, meningkatkan manajemen dan pengelolaan pariwisata yang memiliki ciri khas yang tidak dapat ditemui di tempat lain yang pada akhirnya mampu mendatangkan wisatawan,” katanya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo masa bakti 2014-2019 tersebut mengatakan selain pengembangan SDM dan pariwisata, sektor ekonomi khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga terus mendapatkan pendampingan sehingga akan tetap eksis dan lebih optimal di tengah pandemi yang berkepanjangan ini.

Baca juga: Deretan Objek Wisata Hits di Dataran Tinggi Dieng Wonosobo

“Kehadiran pemerintah dengan memberikan subsidi modal dan bunga, memberikan akses seluas-luasnya, dan membuka ruang diskusi yang dinamis diharapkan mampu mendorong perekonomian semakin maju dan ramah investasi,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menyampaikan orientasi pembangunan Pemkab Wonosobo lebih mengarah pada peningkatan layanan publik, salah satu wujudnya dengan telah dibukanya fasilitas gerai pelayanan publik (GPP) yang nantinya akan menjadi mal pelayanan publik (MPP).

“Kepemimpinan kami laksanakan tanpa adanya unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme sehingga pelayanan harus terus ditingkatkan mengingat tugas kami juga masih banyak, antara lain pengentasan masalah kemiskinan, stunting, anak yang tidak sekolah dan lain-lain,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*