1 Maret Jadi Hari Besar Warga Sleman Gowes Napak Tilas Perjuangan Sri Sultan HB IX

Foto: slemankab.go.id

JoSS, JOGJA – Sekelompok warga di Kabupaten Sleman menyambut antusias Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 yang menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Besar Nasional dengan nama Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Perayaan untuk mengenang peristiwa Serangan Umum 1 Maret yang diprakarsai Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono IX itu tak lagi hanya dilaksanakan di Kota Yogyakarta, tapi juga masyarakat kabupaten di DIY.

Warga Sleman menggelar berbagai event, mulai dari gowes bersama hingga napak tilas perjuangan dalam bentuk jambore dan outbond. Misalnya masyarakat tiga Padukuhan di Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan Sleman menggelar acara bertajuk Mancakrida Gerilya Jambore Kesejarahan.

Ketua Panitia Jambore Kesejarahan Eko Isdianto mengatakan kegiatan ini melibatkan masyarakat tidak hanya untuk mengenang sejarah. “Namun juga mengedukasi serta memberikan kesempatan masyarakat untuk mengeksplor sejarah di daerahnya sendiri terkait sejarah Serangan Umum 1 Maret di Jogja bagian barat yaitu Moyudan, Godean, Seyegan dan Mlati,” kata dia, dilansir dari tempo.co.

Eko mengatakan jika umumnya peringatan peristiwa diisi penuh drama treatikal, pada gelaran Jambore Kesejarahan kali ini, masyarakat dilibatkan dalam kegiatan outbound yang dibungkus nuansa sejarah.

“Kami juga ajak masyarakat untuk ikut serta dalam outbound yang menarik yaitu dengan bermain secara kelompok, berjalan melewati rute yang disiapkan beberapa pos permainan. Permainannya juga berkaitan dengan sejarah dan ketangkasan,” kata dia.

Selain itu, di kawasan Maguwoharjo Sleman, komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sleman memilih memperingati 1 Maret yang telah dijadikan hari besar nasional dengan gowes bersama bertajuk Janur Kuning in Memorial.

Gowes ini diikuti sebanyak 1.500 peserta lalu bersepeda dengan menempuh jarak 7,5 kilometer. Para peserta pun mengenakan kostum ala pejuang kemerdekaan.

Baca juga: Tanggapi Usulan Sri Sultan HB X, 1 Maret Resmi Menjadi Hari Penegakan Kedaulatan Negara

Ketua RAPI Sleman Untung Sukaryadi menjelaskan gowes ini merupakan representasi dari ekspresi kegembiraan masyarakat Yogyakarta, khususnya Sleman. Sebab, peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terjadi di Yogyakarta telah ditetapkan sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

“Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengenang jasa Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai inisiator Serangan Umum 1 Maret 1949,” kata Untung.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan peringatan atas Serangan Umum 1 Maret ini bisa menjadi ajang refleksi bersama warga, khususnya Yogyakarta untuk menjaga semangat persatuan, termasuk saat pandemi Covid-19 yang belum berakhir seperti ini.

“Di samping itu, sekaligus untuk mengenang pahlawan-pahlawan yang yang telah merebut serta mempertahankan kemerdekaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR  Ahmad Basarah mengatakan, ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara menunjukkan pemerintahan Presiden Joko Widodo sangat menghargai jasa perjuangan segenap pemimpin bangsa masa itu dan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan RI setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Adalah fakta sejarah setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 upaya bangsa Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari dunia internasional mendapat perlawanan dari Belanda dengan melakukan agresi militer.

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah untuk menegakkan kedaulatan negara setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah peristiwa Serangan Umum I Maret 1949.

Guna menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa untuk memperkuat kepribadian dan harga diri yang pantang menyerah, patriotik, rela berkorban, berjiwa nasional, dan berwawasan kebangsaan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional maka masyarakat perlu dapat gambaran utuh dan menyeluruh tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Ahmad Basarah yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan, peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 setelah melalui pengkajian oleh negara maka dicapai satu kesimpulan. Yaitu bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang mampu menegakkan kembali eksistensi dan kedaulatan Negara Indonesia di dunia internasional serta berhasil menyatukan kembali kesadaran dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Peristiwa ini digagas Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan diperintahkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman serta disetujui dan digerakkan oleh Presiden Soekarno dan Wapres Mohammad Hatta.

Selain itu pelaksanaannya didukung oleh Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, laskar-laskar perjuangan rakyat, dan segenap komponen bangsa Indonesia lainnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*