JoSS, UKRAINA – Para veteran perang Ukraina di Polandia dilaporkan bersiap mendaftar untuk ikut bertempur lagi di tengah ancaman invasi Rusia. Mereka mengakukini lebih siap menghadapi Rusia dibandingkan pada 2014 lalu.
Reuters mewawancarai sejumlah veteran perang Ukraina di Kota Warsawa yang sempat bekerja di negara itu terkait ketegangan antara negara mereka dengan Ukraina. Veteran Ukraina seperti Sergiy Sklarenko menegaskan tidak akan berpikir panjang untuk meninggalkan pekerjaannya di Polandia untuk bergabung dengan kompatriotnya bertempur lagi lawan Rusia.
“Saya akan katakan ke atasan saya. ‘Maaf bos, saya mau pulang untuk membela negara saya. Anda bisa lihat yang terjadi di sana’,” kata Sklarenko kepada Reuters.
“Teman saya di sini (Warsawa) dan negara lain juga sama. Mereka pasti akan kembali untuk bergabung bersama kesatuan militer dan menyatakan siap,” pria 37 tahun itu menambahkan, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com.
Hal yang sama pula dikatakan Dmytro Dovzhenko di Warsawa. Veteran perang Ukrania 40 tahun itu siap kembali bertempur lagi memukul mundur pasukan Rusia.
“Jika ada perang, kami akan kembali ke kesatuan militer. Berdasarkan undang-undang militer, saya punya 24 jam dan hanya butuh waktu itu. Dalam 24 jam, saya akan kembali ke militer (Ukraina),” tutur Dovzhenko.
Dovzhenko pun bercerita masa ketika ia bertempur melawan Rusia pada 2014 saat konflik berebut Crime. Peperangan itu benar-benar tak berimbang di tengah keterbatasan militer Ukraina.
“Saat itu kami tidak punya peralatan. Saya hanya menggunakan seragam Bundeswehr (tentara Jerman) yang sudah berumur 20 tahun. Saya hanya mendapat senapan Kalashnikov (AK-47) dari negara kami. Itu saja.”
Baca juga: Prediksi Perang Dunia III Makin Nyata, Enam Kapal Perang Rusia Dikerahkan ke Laut Hitam
“Pada 2015 kami mendapat seragam yang lebih baik. Sekarang kami memiliki senjata dan obat-obatan modern. Kami punya semua yang dibutuhkan. Terpenting kami punya orang-orang berpengalaman,” ujar Dovzhenko. Ia menegaskan, orang-orang Ukraina sama sekali tidak takut menghadapi pasukan Rusia.
Seperti diketahui, Uni Eropa mempersiapkan berbagai respons untuk menghadapi kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina. Uni Eropa bisa mendapatkan balasan yang berat dari Rusia bila blok ini memutuskan memberikan sanksi berat kepada Moskow bila terjadi invasi militer. Meski demikian, blok ini tak mengetahui apa rencana dari Moskow.
Salah satu pejabat Uni Eropa anonim mengatakan, pembicaraan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan Amerika Serikat ‘tidak menghasilkan banyak hal.’ Namun, pintu dialog masih terbuka dari pemimpin Jerman dan Prancis, dikutip dari Reuters.
Selain itu, sumber tersebut menyampaikan Ukraina kini membutuhkan dukungan politik. Uni Eropa juga berencana memberikan dukungan makro-ekonomi untuk Kiev. Sementara itu, kondisi Rusia dan Ukraina semakin memanas. Sejumlah pihak menilai Rusia bisa menyerang Ukraina kapan pun.
Penyelesaian akan masalah ini dengan jalan diplomasi juga semakin menciut, melihat berbagai tanda yang menunjukkan Rusia semakin dekat menyerang Ukraina.
Pendekatan diplomatik terus berjatuhan sejak Januari lalu. Rusia juga bakal menggelar pemungutan suara untuk mengakui republik separatis Luhansk dan Donetsk yang berada di wilayah Ukraina.
Selain itu, Rusia telah menarik staf kedutaan mereka dari Ukraina. Rusia juga terus menempatkan pasukan mereka di perbatasan Ukraina. (lna)

Leave a Reply