Fenomena Tak Biasa, Embun Upas Muncul di Dieng Awal Januari

Fenomena embun upas Dieng (Foto: instagram aryadidarwanto)

JoSS, WONOSOBO – Fenomena alam embun upas di dataran tinggi Dieng terjadi pada awal Januari yaitu  pada Selasa (4/1/2022). Peristiwa alam ini cukup mengejutkan, pasalnya biasanya suhu udara ekstrem dibawah 0 derajat terjadi di puncak musim kemarau atau sekitar Juli-Agustus.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas II Ahmad Yani Semarang, Sutikno menjelaskan adanya fenomena embun upas di dataran tinggi Dieng Wonosobo, yang muncul pada awal Januari ini memang cukup mengejutkan.

“Pada umumnya fenomena ini terjadi pada saat puncak kemarau. [Periode Juni-Juli-Agustus], akan tetapi saat ini terjadi di musim penghujan yaitu pada tanggal 4 Januari 2022,” katanya, Selasa (4/1/2021).

Menurutnya, fenomena ini memang merupakan suatu anomali, karena massa udara pada saat musim penghujan umumnya lembab dan basah serta pengaruh Monsum Asia cukup besar.

Dia menjelaskan, menurut pantauan BMKG dari data AWS (Automatic Weather Station) yang terpasang di Kawasan Candi Arjuna dalam tiga hari belakangan ini memang kondisi cuaca di wilayah pegunungan Dieng di dominasi kondisi cerah berawan sehingga pemanasan cukup maksimal.

Pada tanggal 1- 4 Januari 2022 menunjukkan curah hujan yang rendah di bawah 1 mm, dengan tutupan awan sedikit (oktasnya rendah), sementara kelembapan udara terjadi perbedaan yang sangat signifikan pada siang hari yang rendah sekitar 75 persen dan malam-dini hari mencapai diatas 98 persen, dengan kecepatan angin cenderung lemah/calm (dibawah 5 m/s).

“Embun upas biasa terjadi akibat pengaruh menurunnya temperatur terhadap ketinggian, dan akan terjadi bila kondisi tutupan awan oktasnya rendah dan perbedaan kelembaban udara maksimum dan minimum cukup lebar pada daerah tersebut juga lebih didominasi angin kecepatan lemah cenderung calm,” ujarnya, dilansir dari antaranews.com

Untuk wilayah dengan vegetasi yang bagus dengan tutupan tanaman rendah potensi terjadi embun upas cukup besar. Selanjutnya, Sutikno menjelaskan beberapa hal yang bisa memicu terjadinya fenomena embun upas.

Untuk yang pertama, adanya Pusat Tekanan Rendah di Belahan Bumi Selatan Katulistiwa dan pola angin yang terbentuk di wilayah Jawa Tengah divergen (menyebar), sehingga pembentukan awan tidak maksimal dan kecepatan angin cenderung lemah.

Kedua, cuaca cerah – cerah berawan mendominasi beberapa tempat di wilayah Jawa Tengah termasuk sekitar pegunungan Dieng.

“Berdasarkan data-data AWS di atas mengindikasikan bahwa dinamika atmosfer lokal di kawasan Dieng dalam rentang waktu tanggal 1-4 Januari 2022 kondisinya mendukung terjadinya embun upas karena hampir serupa saat musim kemarau [Juni, Juli dan Agustus]. Dengan kondisi dinamika atmosfer seperti ini potensi terjadinya kabut yang bisa meningkat menjadi embun upas sangat besar terjadi,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*