[widget id="text-5"]

Asik, KRL Jogja-Solo Segera Menjangkau Wilayah Karanganyar

Ilustrasi KRL Jogja-Solo (Foto: twitter @ptinka)

JoSS, SOLO – Kabar gembira, Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Jogja-Solo tak lama lagi menjangkau wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Pasalnya Gardu listrik di Stasiun Jebres, Solo, untuk mendukung elektrifikasi kereta rel listrik atau KRL sampai Stasiun Palur, Karanganyar, sudah hampir rampung.

Pejabat Pembuat komitmen (PPK) Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah Area III, Albertus Dito mengatakan gardu listrik berdaya 5 MW itu sudah memasuki tahapan tes comissioning atau uji fungsi.

Begitu pula jaringan kelistrikannya. Sementara untuk jaringan segmen Stasiun Solo Balapan sampai Stasiun Jebres masih menunggu peninggian overpass Jl DI Panjaitan rampung.

Dia menambahkan instalasi jaringan listrik untuk ruas itu sudah selesai, kecuali pada bagian pembangunan overpass DI Pandjaitan.

“Hasil uji fungsi untuk jaringan kelistrikan maupun gardu listriknya sudah memenuhi spesifikasi. Jadi, harapannya saat overpass Jl DI Panjaitan selesai dibangun, kami segera uji fungsi untuk segmen Stasiun Jebres-Stasiun Balapan,” katanya, dilansir dari solopos.com.

Sementara itu, hingga awal Januari, pembangunan depo kereta rel listrik (KRL) Solo-Jogja di bekas Terminal Peti Kemas (TPK) di sebelah utara Stasiun Jebres sudah separuh jalan. Depo itu akan menjadi tempat penyimpanan, perawatan, dan perbaikan KRL.

Baca juga: Penting! Aturan Baru Naik KRL Jogja-Solo dan Prambanan Ekspres

Proyek pembangunan gedung depo ditarget rampung pertengahan 2022. Setelah itu, pembangunan dilanjutkan pengerjaan listrik aliran atas di bagian dalam gedung depo.

“Perkiraan kami pada triwulan III, depo sudah bisa dioperasikan. Namun, sebelumnya harus ada uji coba terlebih dahulu. Tahapannya, dimulai dari tes commisioning, pengujian, lalu safety assessment. Kemudian, operasional seluruhnya, baik KRL sampai Stasiun Palur dan Depo KRL itu pada 2022,”jelasnya.

Dito mengatakan akan mengajukan operasional Depo maupun KRL sampai Palur pada Juli, Agustus, atau September. Secara total, lanjutnya, jaringan listrik aliran atas untuk Stasiun Balapan-Stasiun Palur sudah 91%.

Ia menyebut pembangunan depo keseluruhan dari segi track, bangunan, peralatan kemudian di dalamnya ada fasilitas untuk perbaikan dan perawatan menelan anggaran hampir Rp100 miliar. Depo diharapkan bisa memuat 16 rangkaian kereta dan satu jalur lagi untuk parkir kereta di jalur 6.

Terpisah, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku sudah mengusulkan branding ulang sejumlah stasiun yang dilewati KRL. “KRL kita kan sangat ramai, saya mengusulkan untuk branding ulang dan sudah saya bicarakan dengan Wali Kota Jogja,” tuturnya, Senin (3/1/2022). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]