Sejumlah Area Publik di Jogja Bakal Ditutup Pagar Pada Malam Pergantian Tahun

Ilustrasi (Foto: liputan6.com)

JoSS, JOGJA – Sejumlah area publik di Jogja akan ditutup pagar menjelang malam pergantian tahun, tepatnya pada 31 Desember 2021. Area yang ditengarai bakal memicu kerumunan yakni di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, baik depan Benteng Vredeburg maupun Istana Negara, serta Alun-Alun Selatan dan Utara.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, berdasarkan evaluasi, ada beberapa tempat yang berpotensi menjadi spot kepadatan malam tahun baru, sehingga ditutup guna mencegah kerumunan.

“Tempat-tempat itu akan dipagar supaya tidak ada wisatawan yang mendekat dan nongkrong di sana sambil menanti pergantian tahun,” kata Heroe, dilansir dari tempo.com.

Heroe menjelaskan, meski tidak ada acara apapun di tempat-tempat tadi, spot tersebut memang biasa digunakan sebagai titik kumpul masayarat dalam berbagai suasana. Pemagaran di ujung jalan Malioboro dan alun-alun itu, dia melanjutkan, juga demi mempertahankan kasus Covid-19 yang telah melandai.

Di sisi lain, Pemkot Jogja juga menyiagakan mobile laboratorium untuk keperluan tes cepat antigen swcara acak kepada wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Mobile laboratorium ini kami siagakan terutama di titik titik yang memiliki tingkat mobilitas tinggi saat libur Nataru,” kata Heroe.

Heroe mengatakan sebelumnya mobile laboratorium tersebut hanya berkonsentrasi di kawasan Malioboro pada Sabtu dan Ahad, khususnya saat status Yogyakarta berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 pada November lalu. Setiap mobile laboratorium itu beroperasi, Pemkot Yogya menyediakan sedikitnya 100 tes antigen.

“Untuk libur Nataru kali ini mobile laboratorium akan kami sebar untuk pengecekan acak pengunjung di Alun-alun Utara dan Selatan,” kata Heroe.

Baca juga: Sapa Aruh, Raja Keraton Jogja Minta Wisatawan Waspada Omicron

Pemeriksaan acak wisatawan, kata Heroe, dilakukan untuk memastikan para pengunjung telah mempunyai surat hasil pemeriksaan Covid-19 serta telah divaksin. Pihaknya pun telah bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk membuat posko serta menerjunkan personel di sepanjang Tugu Pal Putih, Malioboro hingga Keraton Yogya.

“Para petugas itu akan membantu monitoring agar tidak terjadi kerumunan masa dan menegur wisatawan agar mau menerapkan protokol kesehatan terutama pemakaian masker,” kata Heroe.

Heroe mengakui tugas menjaga landainya kasus Covid-19 pada libur akhir tahun ini harus disadari masyarakat, tak terkecuali wisatawan. “Potensi penularan masih terus ada, jangan sampai gelombang ketiga muncul usai momen libur kali ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, sejak Jumat, 24 Desember 2021, jumlah sepeda motor yang masuk wilayah itu sebanyak 21.628 unit atau 65,9 persen dan mobil sebanyak 9.528 unit atau 28,2 persen.

Namun pada Sabtu, 25 Desember 2021, sedikit menurun dengan rincian jumlah sepeda motor yang masuk Yogyakarta sebanyak 19.362 unit dan mobil 7.741 unit. “Puncak mobilitas masyarakat saat libur Natal dan tahun baru terjadi pada Jumat malam kemarin,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Jogjakarta Komisaris Besar Purwadi mengatakan, selama libur Natal dan tahun baru, para petugas bersiaga di sejumlah pos pengamanan. Mereka tak hanya memantau arus lalu lintas, namun juga mengawasi penerapan protokol kesehatan selama.

Sejumlah pos pengamanan yang sekaligus berfungsi untuk monitoring protokol kesehatan, antara lain Pos Tugu, Pos Teteg Malioboro, dan Pos Titik Nol Kilometer. Total anggota kepolisian yang bertugas selama libur Natal dan tahun baru 2022 sebanyak 1.119 personel.

Pemerintah Kota Jogja sendiri mengklaim tak hanya akan memantau kepadatan dan potensi kerumunan libur Natal dan Tahun Baru ini melalui pengawasan langsung di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan pihaknya juga mengoptimalkan Area Traffic Control System (ATCS) untuk mengatahui titik kepadatan lalu lintas ada di mana saja dari jarak jauh. “Terdapat 34 simpang yang sudah terintegrasi dengan ATCS, jadi ketika ada kepadatan juga kerumunan bisa langsung ditindaklanjuti,” kata dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*