
JoSS, AUSTRALIA – Australia kembali membuka perbatasan internasional di tengah serbuan Covid-19 varian Omicron, Rabu (15/12). Pengumuman tersebut disampaikan pihak Kedutaan Besar Australia melalui akun Instagram mereka.
Setidaknya ada sejumlah kategori para warga asing yang bisa masuk ke Australia berdasarkan pengumuman mereka.
“Selamat datang kembali! Australia telah dibuka kembali untuk pelajar internasional, migran terampil, working holiday maker, dan berbagai pemegang visa lainnya yang divaksinasi penuh,” demikian tulis Kedubes Australia untuk Indonesia di akun Instagram.
“Daftar lengkap kategori visa yang memenuhi syarat tersedia di tautan di profil kami.”
Dari kategori pemegang visa yang diizinkan masuk Australia, hanya pemegang visa wisata yang belum diperbolehkan. Dubes Australia untuk Republik Indonesia, Penny William, juga mengumumkan pembukaan perbatasan negaranya dengan retweet akun Kedubes Australia di Jakarta.
Mengutip Reuters, salah satu warga Korea Selatan, Kang Jin, mengaku senang akhirnya bisa masuk ke Australia. “Saya hanya ingin bertemu dengan ibu untuk pertama kali selama empat tahun. Saya sangat senang dan bersyukur perbatasan dibuka lagi,” kata Jin.
Sementara itu, Australia mempercepat pemberian dosis tambahan alias booster vaksin untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron. Mereka akan mempersingkat waktu tunggu bagi penduduk untuk mendapatkan tambahan vaksin.
Otoritas Negeri Kangguru sebelumnya menawarkan booster kepada penduduk 18 tahun ke atas usai enam bulan mendapatkan vaksin kedua. Namun, adanya Omicron membuat mereka memangkas waktu tunggu jadi lima bulan.
Baca juga: Singapura Sebut Penularan Omicron Secara Lokal Pertama Kalinya Pada Seorang Staf Layanan Bandara
“Dosis penguat akan memastikan perlindungan lebih kuat dan tahan lama serta membantu mencegah penyebaran virus,” kata Menteri Keuangan Australia Greg Hunt pada Minggu (12/12) dikutip dari Reuters.
Hunt berkaca pada data dari Israel yang menunjukkan booster mampu mengurangi infeksi pada usia tua, penyakit parah, hingga kematian pada lansia. Sedangkan Australia akan menggunakan vaksin Moderna dan Pfizer untuk booster vaksinasi. Australia adalah salah satu negara dengan cakupan vaksinasi Covid-19 paling luas.
Saat ini sudah ada 90% penduduk di atas 16 tahun yang mendapatkan suntikan kekebalan corona. Meski demikian, kasus positif di negara tersebut juga tengah menanjak lagi. Mereka melaporkan lonjakan 1.542 pasien baru pada Minggu (12/12).
Adapun Ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci mengatakan, tiga dosis vaksin merupakan perawatan optimal untuk menghadapi Covid-19. Saat ini AS memang masih melakukan evaluasi menyeluruh pemberian booster vaksin tersebut. “Jika ingin terlindungi secara optimal harus benar-benar mendapatkan booster,” kata Fauci yang merupakanKepala Penasihat Medis Presiden AS Joe Biden pada ABC, Minggu (12/12).
Saat ini, pemerintah AS tetap mendefinisikan vaksin lengkap dengan dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech, Moderna, dan satu dosis suntikan Johnson & Johnson. Namun, pejabat kesehatan akan terus mengevaluasi ketentuan tersebut.
Fauci juga menilai masih perlu waktu untuk mengetahui apakah dosis booster perlu dilakukan secara tahunan. Ia berharap, satu dosis tambahan cukup untuk memberikan perlindungan yang lebih besar.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, merekomendasikan orang dengan gangguan kekebalan serta penerima vaksin Covid-19 dengan virus yang dimatikan untuk menerima booster. (lna)

Leave a Reply