
JoSS, BRASIL – Banjir besar melanda Brasil setelah dua bendungan jebol di negara bagian Bahia, akibat dua minggu diguyur hujan lebat. Air membanjiri sungai-sungai setempat yang meluap di 67 kota dengan ketinggian 1-3 meter pada Minggu (26/12/2021).
Otoritas setempat mengatakan Bendungan Igua, di sungai Verruga dekat kota Vitoria da Conquista di Bahia selatan, runtuh pada Sabtu malam, memaksa pihak berwenang mengevakuasi penduduk, terutama di kota Itambe, akibat terjangan.
Jebolnya bendungan kedua menyebabkan naiknya permukaan air di Jussiape, 100 kilometer ke utara, pada Minggu (26/12/2021) pagi, membawa lebih banyak peringatan bagi penduduk untuk pindah ke tempat aman.
Tidak ada laporan kematian atau cedera yang disebabkan oleh kerusakan bendungan, meskipun jembatan dan jalan rusak.
Lebih jauh menuju pantai di Itabuna, sebuah kota berpenduduk 200.000 jiwa, tim pemadam kebakaran menyelamatkan penduduk yang terperangkap di rumah mereka di pusat kota yang terendam air.
“Gila di dekat jembatan, ada ombak setinggi hampir 2 meter,” kata penjaga toko Luiz Constancia, sebagaimana dilansir dari Reuters.
Baca juga: Sepekan Banjir Malaysia Tak Kunjung Surut, 68 Ribu Warga Terdampak
Tim penyelamat mendayung perahu di sepanjang jalan yang banjir untuk menjangkau keluarga yang terjebak atau membawa persediaan untuk mereka. Seorang pria mendayung di kasur tiup untuk mencapai rumah.
Warga mengatakan ketinggian sungai Cachoeira yang mengalir melalui kota 30 km dari kota pelabuhan pesisir Ilheus itu adalah yang tertinggi dalam 50 tahun.
Di Vitoria da Conquista, Walikota Sheila Lemos, mengatakan semua penduduk yang dekat dengan bendungan Igua telah dievakuasi.
Dalam sebuah posting di situs web kota, Lemos mengatakan banjir mengancam akan memutus jalan raya BR-116, rute truk utama antara timur laut dan selatan Brasil.
Gubernur Bahia Rui Castro mengatakan sedikitnya 400.000 orang terkena dampak hujan lebat dan ribuan orang dievakuasi dari sekitar 67 kota yang menghadapi situasi darurat akibat banjir yang disebabkan oleh hujan deras selama hampir dua bulan.
“Ribuan orang harus meninggalkan rumah mereka karena air naik satu atau dua meter, bahkan tiga meter di beberapa tempat,” katanya, dilansir dari tempo.co.
Hujan telah menyebabkan 18 kematian di Bahia sejak awal November, termasuk seorang pemilik feri berusia 60 tahun yang tenggelam di sungai Rio das Contas yang meluap, kata pejabat pertahanan sipil.
Di ibu kota negara bagian Salvador, pejabat cuaca mengatakan curah hujan Desember enam kali lebih besar dari rata-rata. (lna)

Leave a Reply