Tangani Banjir, DPU Kota Semarang Upayakan Sistem Penampungan Dengan Kantong Air

Ilustrasi pompa banjir di Semarang (Foto: tangkapan layar youtube Humas Jateng)

JoSS, SEMARANG – Penanganan banjir menjadi fokus Pemerintah Kota Semarang yang terus diupayakan untuk meminimalisasi dampaknya, menyusul adanya fenomena La Nina dengan curah hujan tinggi yang diprediksi masih akan terus berlangsung hingga tahun depan.

Normalisasi drainase coba dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dengan desain yang berbeda, salah satunya dengan  sistem penampungan air atau kantong air.

“Desain kantong air ini  belum ada di Semarang, kedepan akan kami coba diterapkan di wilayah yang kerap terendam misalnya di Jalan Gajah, dan lainnya,” kata Kepala DPU Kota Semarang, Sih Rianung.

Sistem ini kata dia, bekerja untuk menampung air sementara saat air mengantre masuk ke saluran. Sehingga, air tidak akan menggenang di jalan saat terjadi hujan lebat dalam kurun waktu yang lama.

“Kita hindari pembebasan lahan, deasin ini akan dicoba saat melakukan normalisasi ataupun membuat saluran air,” tuturnya, sebagaimana dilansir dari laman resmi Pemkot Semarang.

Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang Siagakan 119 Unit Pompa

Ketika terjadi genangan, Rianung menjelaskan DPU mengupayakan genangan tidak berlangsung dalam waktu lama. Banjir kata dia,  terjadi lantaran aliran air di drainase tidak lancar karena ada tumpukan sampah dan sedimentasi yang dibawa air.

“Seluruh pegawai DPU kami kerahkan. Kami cek aliran. Titik-titik yang jadi penyebab, kami carikan solusi. Yang perlu dibongkar segera dibongkar. Wilayah rawan banjir masih sama, tapi kami upayakan kalau bisa satu jam bisa surut,” paparnya.

Mengantisipasi terjadinya bencana banjir, Rianung mengatakan, DPU memastikan kondisi pompa siap digunakan. Total ada  34 pompa di wilayah timur, 11 pompa di wilayah tengah 1, 63 pompa di wilayah tengah 2, dan 11 pompa di wilayah barat.

“Semua pegawai DPU harus siap kalau banjir, bidang apupun semua turun saat terjadi banjir. Kami minta mereka standby,” tegasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*