Keunggulan Magister Ilmu Susastra FIB Undip Cetak Kualifikasi Ilmuwan Sekaligus Sastrawan

Dekan FIB Undip, Dr. Nurhayati, M.Hum., (Foto: undip.ac.id)

JoSS, SEMARANG – Program Magister (S2) Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Diponegoro (Undip) mengklaim memiliki keunggulan yang tidak dimiliki program studi (prodi) sejenis, yakni kemampuannya mencetak lulusan berkualifikasi ilmuwan sekaligus sastrawan. Hal itu terjadi karena Prodi Magister Susastra Undip memberi pembekalan soft skill yang mampu mengasah talenta para mahasiswanya.

Ketua Prodi Magister Ilmu Susastra FIB Undip, Dr. M. Suryadi, M.Hum, menegaskan pembekalan soft skill menjadi salah satu hal penting yang dikembangkan.

“Dengan diasah kemampuannya, mahasiswa Magister Ilmu Susastra FIB Undip, tidak sedikit yang telah  menghasilkan sejumlah karya sastra, baik itu novel, puisi, cerita pendek dan karya sastra lainnya,” jelasnya, saat memberi sambutan dalam acara Pelatihan Soft Skill Mahasiswa Magister Ilmu Susastra, sebagaimana dilansir dari undip.ac.id.

Magister Ilmu Susastra FIB Undip, menurut dia, bukan hanya mencetak ilmuwan semata, tapi lulusannya punya nilai plus sebagai sastrawan yang mampu menghasilkan karya-karya sastra, yang dilatarbelakangi ilmu yang mumpuni. Hal ini menjadi salah satu ciri khas Prodi Magister Susastra Undip.

Baca juga: Kembangkan Teknologi Peningkatan Glukomanan Pada Porang, Prof. Dr. Dyah Hesti Wardhani Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Undip

Dengan mengasah soft skill secara maksimal, mahasiswa Magister Ilmu Susastra Undip tidak hanya unggul di teori, namun juga unggul di penulisan kreatif. Program ini diyakini selaras dan sejalan dengan Program Kampus Merdeka Merdeka Belajar. “Inilah yang membuat beda dengan mahasiswa Susastra lainnya,” kata Suryadi, saat dihubungi, Senin (1/11/2021).

Menurutnya, untuk mengasah kemampuan atau talenta mahasiswa, pihaknya melakukan pelatihan secara rutin. Termasuk kali ini, dengan menghadirkan sejumlah pakar di bidang sastra. “Kami berusaha memberi nilai tambah dengan pelatihan-pelatihan penulisan. Sehingga bisa diimplementasikan para mahasiswa  dengan menghasilkan karya-karya sastra,” jelasnya.

Selain melakukan pelatihan-pelatihan, juga dilakukan kerjasama dengan Prodi Susastra perguruan tinggi lain.  Kerjasama ini akan saling mendukung dalam pengembangan di bidang pendidikan, termasuk di dalamnya penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan sastra di Tanah Air.

Dekan FIB Undip, Dr. Nurhayati, M.Hum., mengatakan, dengan pembekalan yang dikemas kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa akan banyak mengambil manfaatnya.

“Saya berharap, dari kegiatan ini mahasiswa bisa mengimplementasikannya. Oleh karena itu, gunakan kesempatan ini dengan baik. Dengan bekal dari para pakar yang dihadirkan, diharapkan kalian akan mengambil nilai plus dalam berkarya,” ujar Nurhayati.

Dalam pelatihan yang dikemas sebagai kuliah umum tersebut, Rabu (27/10/2021) hadir sebagai pembicara Dr. M. Yoesoef, M.Hum. dari Universitas Indonesia (UI) yang membawakan tema atau materi tentang penulisan kreatif drama; Drs. Yosep Bb Margono S., M.Si., M.A., Ph.D. dari Universitas 17 Agustus Semarang dengan materi penulisan kreatif esai dan cerpen, serta Dr. Moh. Kanzunnudin, M.Pd. dari Universitas Muria Kudus, dengan materi penulisan kreatif budaya.

Dr. M. Yoesoef dalam paparannya menjelaskan, proses kreatif dalam penulisan biasanya dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor, termasuk diantaranya adalah pengalaman penulis. Misalnya, penulis sastra darma juga dipengaruhi oleh pengalamannya dalam teater.

Di satu sisi, proses kreatif dalam penulisan juga lebih banyak dipengaruhi pengalaman dari bahan yang dibuat pertunjukan drama. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*