
JoSS, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional atau KAI Daop IV Semarang mulai memetakan lokasi yang rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, maupun ambles. Total ada 51 titik atau lokasi di wilayah PT KAI Daop IV Semarang yang rawan bencana banjir dan sebagainya.
Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang, Krisbiyantoro, mengatakan untuk meminimalisasi gangguan perjalanan kereta api yang disebabkan bencana banjir dan lain-lain, pihaknya telah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) di beberapa stasiun.
“Kami juga menyiagakan petugas selama 24 jam yang tersebar di beberapa titik rawan itu. Selain itu, kita juga siapkan AMUS untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Krisbiyantoro, dilansir dari semarangpos.com.
Di wilayah KAI Daop IV Semarang, lanjut Krisbiyantoro, saat ini terdapat 51 titik rawan yang dinilai memiliki potensi bahaya mulai dari banjir, amblesan, hingga tanah longsor. Jumlah titik rawan itu sudah berkurang dibanding pada 2021 lalu yang berjumlah 98 titik.
“Berbagai perbaikan sudah kami lakukan dengan normalisasi drainase, pembuatan talud penahan konstruksi jalur KA, sehingga jumlah lokasi rawan itu berkurang,” imbuhnya.
Baca juga: BMKG Sebut Curah Hujan Bisa Naik Hingga 100% Pada Desember, Kepala Daerah Diminta Waspada
Sementara itu, ke-51 titik rawan bencana yang masih dalam penanganan PT KAI Daop IV Semarang antara lain 17 lokasi di wilayah Gundih koridor Semarang-Solo, 9 titik di Kuripan, 5 titik di wilayah Pekalongan koridor Semarang-Cirebon.
Kemudian, 4 lokasi di wilayah Gambringan koridor Semarang-Surabaya Pasarturi, dan beberapa lokasi yang tersebar di Semarang, Gubug, Panunggalan, Cepu, Tegal, Pemalang, Batang, Weleri, Kaliwungi, Karangjati, Doplang, dan Kedungjati.
Sementara itu, ada sekitar 19 lokasi rawan bencana yang disiapkan AMUS oleh PT KAI Daop IV Semarang. Ke-19 lokasi itu berada di Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, dan Batang. Kemudian Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungi, Semarang, Brumbung, dan Kedungjati. Selanjutnya di Gundih, Gambringan,Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, dan Cepu.
“AMUS yang disiapkan itu berupa pasir dalam karung, bantalan rel, perancah dari potongan rel dan peralatan ringan hingga alat berat seperti MPJR [mesin perawatan jalan rel],” jelasnya. (lna)

Leave a Reply