
JoSS, SEMARANG – Program Studi (Prodi) S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) secara intens memperkenalkan keragaman budaya Indonesia ke kalangan internasional, khususnya melalui Summer Course sebagai bagian dari Program World Class University. Summer Course yang menjaring peserta dari berbagai negara seperti Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Pakistan , Taiwan dan lainnya, digelar secara daring karena kondisi Pandemi Covid-19.
Ketua Prodi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB Undip, Budi Mulyadi, S.Pd., M.Hum, mengatakan untuk bias mengelar kegiatan tersebut pihaknya bersama Tim Summer Course FIB melakukan berbagai kreasi dan inovasi agar kegiatan tersebut mampu memberi manfaat yang maksimal kepada peserta, meski harus dilakukan secara daring. Yang prinsip, tujuan utama memperkenalkan budaya Indonesia bias terwujud, kata Budi Mulyadi.
Inovasi dalam summer course di antaranya dilakukan dengan mempersiapkan materi dalam bentuk rekaman audio visual yang bias diputar ulang oleh para peserta untuk melakukan pendalaman atas materi yang disampaikan. Selain itu, penyelenggara juga merekomendasikan beberapa referensi yang tersedia dalam format digital.
“Belum lama ini kami mengangkat tema Mengenal Keberagaman Budaya Indonesia Melalui Religi dalam summer course yang di antaranya menghadirkan pemateri akademisi dari Jepang yang banyak mengkaji budaya Indonesia,” Ujar Budi Mulyadi kepada Tim Humas, Kamis (14/10/2021).
Program Summer Course Tahun 2021 FIB Undip dimotori oleh Zaki Ainul Fadli, S.S, M.Hum sebagai Ketua Panitia dan Fajria Noviana, S.S, M.Hum sebagai Sekretaris. Keduanya adalah Dosen Bahasa Jepang di Prodi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB Undip.
Baca juga: Kembangkan Jaringan Internasional Magister Ilmu Susastra FIB Undip Gandeng Hankuk University Korea
Pada sesi “Mengenal Keberagaman Budaya Indonesia Melalui Religi” yang dilaksanakan pekan keempat September 2021, topiknya terfokus pada adanya hubungan yang erat antara Islam sebagai mayoritas dan budaya lokal di Indonesia. Beberapa pembicara acara tersebut di antaranya Andy Bangkit M.A, Ph.D dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang; dan Iwan Setiya Budi, M.A. dari Universitas Takushoku, Tokyo.
Dalam paparannya, Iwan Setiya Budi menjelaskan jika Islam di Indonesia disebarkan dengan cara yang khas yaitu melalui seni dan kebudayaan. Hasilnya, Islam diterima oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia karena mengakulturasikan berbagai tradisi keislaman dengan local genius masyarakat Indonesia.
Bukti-bukti hasil akulturasi tersebut masih dapat dirasakan sampai sekarang melalui berbagai warisan tradisi, seni, dan budaya bangsa Indonesia. Hasil akulturasi tersebut terlihat pada seni wayang, perayaan grebeg maulud, pesantren, dan masih banyak yang lainnya.
Budi Mulyadi mengaku cukup puas dengan Summer Course 2021 yang dihelat FIB karena pesertanya cukup banyak dan beragam. Ada mahasiswa asing, dosen, peneliti, dan bahkan masyarakat umum dari luar negeri dan dalam negri. Hal itu menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki daya tarik tersendiri.
“Melalui kegiatan summer course ini, peserta mendapatkan informasi yang mendalam dari para akademisi dan sejarawan, sehingga diharapkan akan lebih meningkatkan minat peserta terhadap Indonesia, khususnya kota Semarang dan Undip,” jelas Kaprodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB Undip.
Selain memberi pengetahuan dan pemahaman tentang keberagaman seni dan budaya Indonesia, pada sesi ini juga dikupas edukasi yang positif mengenai pesantren, kehidupan para santri, dan pendidikan pesantren. (wid)

Leave a Reply