
JoSS, KULONPROGO – PT Jogjasolo Margo Makmur Badan Usaha Pengelola Jalan Tol (BUJT) Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo akan mendahulukan konstruksi trase Gamping- Yogyakarta International Airport (YIA) dibandingkan dengan trase Purwomartani-Gamping. Trase ini juga akan dilengkapi dengan rest area
Corporate Communication PT Jogjasolo Marga Makmur, Ahmad Izzi, menjelaskan trase yang menghubungkan perjalanan dari Kota Jogja ke bandara YIA itu ditargetkan selesai bersamaan dengan pengerjaan trase Kartasura-Purwomartani yang saat ini pembangunan fisiknya sudah dimulai.
Menurutnya ada pertimbangan khusus kenapa tol Jogja-Solo (Joglo) justru diprioritaskan pada dua trase tersebut. Tol Joglo, kata dia, pada dasarnya adalah penghubung kawasan segitiga emas Joglosemar dengan Tol Trans Jawa, sehingga prioritas utama tol ini adalah menghubungkan Jogja dengan Tol Trans Jawa.
“Tol dibangun untuk tujuan mempercepat mobilitas, memperlancar dan mempersingkat arus barang dan manusia. Jogja saat ini belum terkoneksi langsung dengan Trans Jawa. Perjalanan dari Jogja ke Tol Trans Jawa harus melewati jalan nasional yang sudah padat kendaraan,” katanya, seperti dilansir dari harianjogja.com.
Selanjutnya, Tol Joglo dibangun untuk mempercepat dan memperlancar mobilitas dari Kota Jogja ke YIA yang saat ini waktu tempuhnya begitu lama karena harus membelah kota dan melewati jalan nasional yang sama padatnya.
Oleh karenanya, setelah Jogja berhasil tersambung dengan Tol Trans Jawa, prioritas selanjutnya adalah mempersingkat akses dari Jogja ke bandara YIA.
Tol Joglo membentang dari Kartasura hingga Bandara YIA sepanjang total 96,57 kilometer. Pembangunannya dibagi menjadi 3 Seksi. Seksi 1 sepanjang 35,64 km menghubungkan Kartosuro-Purwomartani, Sleman. Seksi 2 sepanjang 22,36 membentang dari Purwomartani hingga Gamping, Sleman. Adapun Seksi 3 sepanjang 38,57 km menghubungkan Gamping-Bandara YIA.
Saat ini, progres pembangunan tol Seksi 3 baru berada di tahap proses penerbitan izin penetapan lokasi (IPL) dari Pemda DIY, dan proses izin Amdal.
Baca juga: 2 Rest Area Bakal Dibangun di Sekitar Kilometer 77 Tol Solo-Jogja-YIA
Izzi mengatakan jika semua berjalan lancar, rencananya pembebasan lahan tol pada Seksi tersebut ditargetkan dimulai pada awal 2022.
“Saat pembebasan lahan berjalan nantinya diiringi tahap pembangunan. Itu rencana kerja kami,” kata Izzi.
Pembebasan lahan Tol Jogja-Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo ditargetkan dimulai pada awal 2022. Tol akan melewati 15 desa atau kalurahan di enam kecamatan atau kapanewon di Kulonprogo
“Jika sejumlah izin tadi sudah diperoleh, kami ingin segera mulai tahap pembebasan lahan sesuai dengan target kami yakni di awal 2022. Saat pembebasan lahan berjalan nantinya diiringi dengan tahap pembangunan. Itu rencana kerja kami,” kata Izzi.
Sebanyak enam kapanewon yang berada di Kulonprogo bakal menjadi titik lokasi dilewatinya jalan tol. Enam kapanewon tersebut terdiri dari Sentolo, Pengasih, Wates, Kokap, Temon, dan Nanggulan.
“Ada 15 kalurahan yang menjadi titik lokasi dilewatinya jalan tol. Lokasi tol sudah kami petakan melalui pengajuan izin penetapan lokasi ke Gubernur DIY. Izin sedang diproses di Pemda DIY. Harapan kami izin tersebut terbit sehingga kami bisa memulai pembebasan lahan,” terang Izzi.
Jalur tol Jogja sampai dengan Bandara YIA di Kulonprogo yang mempunyai panjang sekitar 30 kilometer juga rencananya memiliki tiga entry maupun exit. Rencananya, tiga wilayah akan menjadi titik entry exit. Mulai dari wilayah kapanewon Sentolo, Wates, dan Bandara YIA.
“Di sana akan ada simpang susun. Penentuan titik melalui kaidah kaidah teknis yang harus terpenuhi. Jika memang harus melewati pemukiman padat ya harus dilakukan. Namun, sebisa mungkin kita menghindari wilayah permukiman padat penduduk,” terang Izzi. (lna)

Leave a Reply