Seluruh Korban Kapal Pengayoman IV Sudah Ditemukan, Dua Meninggal Dunia

Basarnas Cilacap melakukan evakuasi Kapal Pengayoman IV yang tenggelam (Foto: youtube iNews id)

JoSS, CILACAP – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Cilacap mengakhiri operasi pencarian terhadap korban Kapal Pengayoman IV yang tenggelam di perairan utara Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Basarnas Cilacap I Nyoman Sidakarya mengatakan pencarian dihetikan setelahs eluruh korban ditemukan. Ia mengatakan lima orang dari tujuh penumpang kapal Pengayoman IV dapat diselamatkan, sedangkan dua orang lainnya meninggal dunia.

Lima korban selamat terdiri atas Subagyo Antoro yang merupakan nakhoda, Diki dan Melga selaku anak buah kapal, Suheris (sopir truk), serta Sulianto (penumpang). Sementara dua korban meninggal dunia terdiri atas Wahyu yang merupakan petugas lapas dan Kardim selaku sopir truk. Seluruh korban telah dievakuasi di RSUD Cilacap.

“Dari pukul 12.30 WIB kami melanjutkan pencarian, yang pertama memang sudah ditemukan tujuh orang, dan kami memastikan apakah masih ada korban yang terjebak di kapal atau jatuh dan tenggelam,” kata Kepala Basarnas Cilacap I Nyoman Sidakarya di Pos SAR Gabungan, Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jumat (17/9/2021) sore.

Mengutip dari Antara, setelah dilakukan penyelaman hingga Jumat (17/9) sore, kata dia, tidak ada tanda-tanda korban yang masih terjebak di kapal Pengayoman IV tersebut.

Dalam penyisiran di permukaan air yang dilakukan oleh potensi SAR seperti Basarnas, Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Kepolisian Resor Cilacap, dan sebagainya dengan menggunakan perahu karet juga tidak menemukan adanya tanda-tanda korban lainnya.

“Berdasarkan hasil evaluasi, mudah-mudahan tidak ada tambahan korban lain dari tujuh orang yang telah ditemukan,” ujarnya berharap.

Baca juga: Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkumham Terbalik di Perairan Nusakambangan

Terkait dengan kronologi kejadian, dia mengatakan berdasarkan keterangan dari saksi, kapal Pengayoman IV berangkat dari Dermaga Wijayapura, Cilacap, menuju Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, pada pukul 08.45 WIB dengan membawa dua buah truk dan tujuh penumpang termasuk sopir serta awak kapal.

“Di tengah perjalanan kurang lebih 1,8 kilometer, kapal terhantam angin lalu terbalik,” ucap dia.
Adapun Penyebab terbaliknya kapal Pengayoman IV hingga akhirnya tenggelam, dia mengatakan hal itu disebabkan faktor alam berupa angin yang cukup kencang dan arusnya deras.

“Itu kapal feri dari Honda berpapasan, melihat langsung detik-detik kapal Pengayoman IV itu terbalik, ujarnya.

Menurut dia, posisi kapal Pengayoman IV saat ini telah ditarik dari lokasi kejadian ke dekat Dermaga Wijayapura.

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan berdasarkan evaluasi dari hasil penyelaman dan penyisiran di permukaan air tersebut, pihaknya bersama pihak-pihak terkait lainnya memutuskan untuk mengakhiri operasi pencarian korban kapal Pengayoman IV.

Koordinator Lapas Se-Nusakambangan Jalu Yuswa Panjang mengatakan kapal Pengayoman IV yang terbalik hingga akhirnya tenggelam itu membawa tujuh penumpang dan dua truk.

“Kapal Pengayoman IV betul tenggelam setelah terbawa arus putar. Muatan di atasnya ada truk miring dan kapal ikut miring lanjut tenggelam,” kata Kepala Lapas Kelas I Batu Nusakambangan itu.

Kapal Pengayoman IV tenggelam di perairan utara Pulau Nusakambangan dalam perjalanan dari Dermaga Wijayapura, Cilacap, menuju Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, setelah terbalik akibat terhempas angin kencang pada Jumat (17/9) pagi.

Kapal yang berangkat dari Dermaga Wijayapura pada pukul 08.50 WIB membawa tujuh penumpang termasuk awak kapal, satu unit sepeda motor, serta dua truk bermuatan pasir. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*