JoSS, SEMARANG – Dinas Kesehatan Kota Semarang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penyakit infeksius selama pandemi Covid 19. Penyakit infeksius yang perlu diwaspadai salah satunya penyakit tuberculosis (TBC).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menyampaikan, pandemi Covid-19 tidak boleh membuat skrining kasus infeksius lain terhenti. Skrining terhadap TBC tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan, bahkan hingga September ini, tercatat 593 pria dan 449 wanita mengidap TBC.
Meski tahun 2021 belum berakhir, menurutnya, jumlah kasus TBC di Kota Semarang mengalami penurunan dibadingkan tahun lalu. Pada 2020 kasus TBC tercatat ada 800 kasus TBC pada pria dan 660 TBC pada wanita.
Hakam menyebut, ada dua kemungkinan yang membuat kasus TBC turun yakni skrining masih belum maskimal atau kasus turun karena protokol kesehatan yang meningkat selama pandemi, salah satunya penggunaan masker.
Baca juga: Pemkot Semarang Perketat Pintu Masuk Khususnya Perjalanan Laut
“TBC turun salah satunya orang pakai masker. Dulu, batuk-batuk atau ada gejala, tidak pernah pakai masker bisa menyebabkan droplet. Ini kami teliti dan evaluasi apakah penurunan kasus TBC karena skrining belum maksimal atau atau efek dari pemakaian masker,” jelasnya, seperti dilansir dari semarangkota.co.id.
Hakam meminta masyarakat untuk tidak ragu datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri apabila merasa terpapar TBC. Bahkan di masing masing Puskesmas sudah menyediakan poli khusus pemeriksaan dan tes darah TBC.
“Tidak mudah di pandemi ini untuk membuat orang-orang yang terpapar TBC melakukan skrining. 2020 kemarin memang temuan teman-teman belum maksimal. Orang pada takut sendiri ke faskes. Makanya, pasien batuk-batuk sekarang diperiksa swab sekaligus pemeriksaan dahak,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan juga berupaya melakukan pendampingan secara maksimal kepada pasien TBC. Mereka akan didampingi untuk minum obat secara rutin, karena pasien TBC harus mengonsumsi obat secara rutin selama enam bulan.
“Pada dua bulan pertama, mereka harus minum obat setiap hari. Empat bulan selanjutnya, mereka harus minum obat tiga kali dalam sepekan. Itu harus dilakukan. Yang jadi problem adalah ketaatan minum obat. Kalau tidak diobati berat badan akan semakin turun hingga kondisi melemah,” terangnya. (lna)

Leave a Reply