
JoSS, JOGJA – Menjelang akhir pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana menggelar penyegatan di beberapa titik. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan di sejumlah objek wisata di Jogja, seperti pada pekan lalu.
Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, penyegatan ini untuk memeriksa kelengkapan surat vaksin serta hasil swab negatif bagi pendatang. Selain itu, akan adapula pemeriksaan secara acak di sejumlah tempat publik seperti tempat parkir dan Malioboro.
Posko di tingkat Rukun Tetangga juga akan memonitor tamu dari luar kota yang masuk ke wilayahnya. Bagi warga luar kota yang hendak mengunjungi teman atau keluarga juga perlu membawa surat vaksin dan hasil swab negatif.
“Hal itu untuk memastikan semua menjalankan aturan perjalanan luar kota di masa pandemi dan PPKM ini,” kata Heroe, seperti dilansir dari harianjogja.com.
Menurut Kasubag Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja, pada akhir pekan esok akan ada penyekatan untuk bus luar kota yang masuk ke Jogja. “[Titik penyekatan] ada di Wirobrajan, Pingit, Sentul, Jembatan Janti, dan Serangan,” katanya.
Dia menambahkan, Pemkot Jogja mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi Peduli Lindungi, terutama yang hendak melakukan perjalanan luar daerah. Baik wisatawan atau warga yang melakukan perjalanan antar kota, wajib membawa atau menunjukan bukti vaksin dan negative Covid-19.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Akhir Pekan, Jogja Terapkan Sistem Satu Pintu
“Persyaratan itu diatur oleh Satgas Nasional, yang berlaku secara nasional. Semua perjalanan harus berbekal kartu vaksin dan swab negatif. Begitu juga untuk masuk dalam area publik tertentu, baik area umum dan ekonomi seperti mall, resto, cafe dan lainnya harus scan QR Code Peduli Lindungi,” kata Heroe. “Jadi sebelum berangkat siapkan hal-hal tersebut, agar memperlancar proses perjalannya.”
Lantaran semua tempat di Jogja, terutama wisata belum semua buka, maka masyarakat luar Jogja perlu tahu informasi terkait. Jangan sampai salah informasi atau sejenisnya. Segala upaya ini agar kasus di Jogja tidak lagi tinggi. Perlu saling melindungi baik pendatang maupun warga lokal.
“Vaksinasi sudah dilakukan secara serentak dimana-mana dan vaksin tersedia sangat mencukupi, sehingga harus menjadi kewajiban kita untuk membekali perjalanan masa pandemi dan PPKM dengan membawa kelengkapannya,” kata Heroe.
Heroe mengajak semua masyarakat untuk taat peraturan demi kebaikan bersama. Agar kasus tidak meningkat dan ekonomi bisa kembali bangkit. Apabila banyak yang abai, maka mobilitas bisa dibatasi lagi dan ekonomi tidak berkembang. “Ayo bersama-sama lakukan dengan prokes menuju pemulihan ekonomi.” (lna)

Leave a Reply