Sejumlah Sekolah di Jateng Mulai Uji Coba PTM, Ganjar Minta Tak Sembarangan

Foto: jatengprov.go.id

JoSS, SEMARANG – Pasca penurunan level PPKM di sejumlah wilayah di Jawa Tengah ada beberapa daerah yang memulai uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Seperti di Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Semarang. Untuk regulasi PTM di ketiga Kabupaten itu jumlah siswa dibatasi 50 persen dari kapasitas penuh, pembelajaran hanya 2-5 jam, dan rotasi pelajar.

Untuk Kabupaten Jepara, uji coba PTM dari tingkat Paud sampai SMP sementara di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Semarang SD hingga SMP.

Sebelumya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah tidak sembarangan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Semua pihak harus izin terlebih dahulu ke Provinsi Jateng jika hendak menggelar PTM di daerahnya masing-masing.

“PTM belum. Saya minta kalau ada yang mau PTM, lapor dulu ke kita. Jangan sampai ada sesuatu yang disiapkan massal tapi tidak siap. Bukan apa-apa, kita melihat vaksinnya untuk pelajar kan memang belum,” kata Ganjar, Senin (23/8/2021).

Tak hanya sekolah yang ada di bawah pemerintah provinsi, Ganjar juga meminta sekolah yang kewenangannya berada di bawah pemerintah kabupaten/ kota melakukan hal yang sama. Bahkan, Ganjar sudah mendapat masukan dari beberapa bupati, yang meminta pelaksanaan PTM diseragamkan.

“Tadi ada bupati yang bilang agar pelaksanaan PTM seragam. Sebab di satu tempat ada yang nekat PTM sementara daerah sebelahnya belum, yang timbul tidak enak. Maka mereka minta pedoman dari kita, dan sudah kita siapkan,” ucapnya, dikutip dari jatengprov.go.id.

Gubernur akan membuat surat edaran kepada bupati/ wali kota terkait PTM tersebut. Surat edaran itu diterbitkan agar pelaksanaan PTM tidak asal-asalan. “Nanti saya buatkan surat edaran agar semua bisa sama soal itu (PTM). Segera saya bagikan,” jelasnya.

Baca juga: Nekat Gelar PTM Meski Dilarang, Pelajar SMP Al Irsyad Solo Diswab Lalu Dipulangkan

Ganjar tak melarang daerah menggelar PTM, namun dilakukan uji coba terlebih dahulu. Tidak boleh PTM diselenggarakan serentak tanpa ada pembatasan.

“Kalau konsepnya seolah-olah silahkan semua langsung PTM, tidak akan kita izinkan. Maka mesti uji coba dulu. Mesti ada prokesnya seperti apa, prosedurnya, jumlahnya, jamnya, peralatan yang mesti disediakan dan lainnya, dan harus di level 3,” ucapnya.

Pelaksanaan PTM,  lanjut Ganjar, juga harus mempertimbangkan kondisi epidemiologis daerahnya. Pihaknya sudah memiliki data, mana daerah yang zona merah, orange, kuning, atau hijau.

“Kita sudah punya datanya, menurut epidemiologis. Ya minimal level 3 atau syukur daerahnya kuning. Sehingga orang tidak memilih sendiri tanpa melihat data itu,” pungkasnya.

Senada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan adanya PTM secara langsung di Jateng masih belum diizinkan dikarenakan vaksinasi ditingkat pelajar tergolong rendah.

Sasaran vaksinasi di Jawa Tengah sebanyak 28.727.000 orang. Per tanggal 22 Agustus 2021 tercatat, vaksinasi dosis pertama hanya sebesar 22 persen. Sementara untuk dosis kedua, baru mencapai 13,26 persen. Untuk itu, Jawa Tengah terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar suplai vaksin bisa berlangsung lancar.

Sementara itu, terkait ujicoba PTM di Kota Semarang akan ditargetkan pada bulan September. Terkait sasaran vaksinasi di Kota Semarang yakni sebanyak 156 ribu orang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menambahkan, vaksinasi remaja/pelajar berusia 12 – 17 tahun masih belum banyak.

Dia mencatat capaian baru vaksinasi dosis 1 pelajar sekitar 22.137 atau 14,31 persen. Adapun dosis ke2 baru menyentuh 9.976 sasaran atau 6,45 persen. “Vaksinasi pelajar kemarin ada porsi sendiri, kami dibantu BIN melakukan vaksinasi 12+. Vaksinasi pelajar memang belum banyak, masih jauh. Logistik vaksin masih untuk V2 (dosis 2),” jelas Hakam. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*