
JoSS, SOLO – Ridwan (40), warga Karangasem, Laweyan, Solo yang berprofesi sebagai tukang kayu membuat frame sepeda dari limbah kayu jati belanda, Senin (16/08/2021), kayu sisa-sisa kotak kontainer mesin tersebut dipotong melintang dengan ketebalan 5 mm tersebut dirangkai dengan lem epoxy agar bisa dicetak melengkung sehingga membuat frame sepeda dapat dibentuk agar indah dipandang mata dan tidak terlihat kaku seperti sepeda kayu lainnya ,
Ridwan terinspirasi dengan frame sepeda buatan dalam negeri yang saat ini laris yang umumnya terbuat dari logam. Maka timbulah ide kreatif untuk membuat dari kayu sisa pekerjaanya. Semula Ridwan memproduksi kotak, kursi, lampu hias. Dan peratalan rumah tangga lainnya dari limbah kayu jati Belanda.
Baca juga: Helm Custom Trooper Dari Desa Banaran Laris Di Mancanegara
Untuk membuat satu frame sepeda ridwan menyelesaikan dalam waktu dua minggu dengan harga untuk standar bahan dari limbah kayu jati belanda dipatok dengan harga Rp3.000.000,- hingga Rp4.000.000,- tergantung model namun untuk pesanan dari bahan kayu jati hutan atau sonokeling berkisar antara Rp.6.000.000,- hingga Rp.8000.000,- sedang untuk komponen seperti stang, crank, rem, dan prenelling para pemesan membawa sendiri dan siap untuk dirakit.
Setiap menyelesaikan perakitan Ridwan selalu mencoba sepeda kayu buatanya selama 3 hari dengan jarak tempuh antara 15-20 Km melalui jalanan rata dan tidak rata untuk menguji kekuatan, dan setelah model MTB yang saat ini selesai rencananya akan membuat frame pesanan dengan model yang mirip sepeda lipat, namun tidak biasa dilipat yang juga terbuat dari limbah kayu jati Belanda.


Leave a Reply