JoSS, JOGJA – Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY meminta pemerintah memberikan kelonggaran industri pariwisata untuk kembali bisa beraktifitas, setelah mal dan restoran diperbolehkan beroperasi, dengan sejumlah catatan.
Ketua Asita DIY, Hery Sertyawan mengatakan industri wisata khususnya di Asita DIY saat ini dalam kondisi sangat berat sejak pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang.
“Kami harapkan ada perhatian juga untuk industri wisata ini, karena kondisi sangat berat saat ini. Sebelum pandemi kan industri wisata yang diunggulkan, saat ini dalam kondisi berat, kami berharap ada perhatian,” ujar Hery, Rabu (25/8/2021), seperti dilansir dari harianjogja.com.
Salah satu perhatian yang dimaksud Hery, yaitu Pemerintah memberikan keringanan atau membebaskan beban-beban yang masih harus ditanggung industri. Untuk akses stimulus juga diharapkan tidak dipersulit. Pasalnya, industri wisata saat ini dapat dikatakan tidak ada pemasukan sama sekali.
“Kami menaruh harapan ada kelonggaran juga, secara protokol kesehatan juga siap, tetapi kalaupun PPKM masih diberlakukan dengan pertimbangan kondisi kesehatan ya mau bagaimana lagi, tetapi kami harap itu ada kebijakan yang mengiringi stimulus-stimulus yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya. Tidak hanya sekedar simbolis-simbolis,” ucap Hery.
Baca juga: DIY Minta Pelonggaran Syarat Perjalanan Bagi Wisatawan Yang Sudah Divaksin
Menanggapi hal itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X memastikan belum akan membuka objek wisata apabila cakupan vaksinasi COVID-19 di wilayahnya belum mencapai 80 persen.
“Selama kita belum 80 persen (vaksinasi) jangan dibuka. Risikonya masih tinggi,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (25/8/2021).
Mengutip dari Antara, Sultan meminta pembukaan objek wisata tidak dilakukan secara tergesa-gesa apalagi cakupan vaksinasi di DIY hingga kini baru mencapai 50 persen.
“Kita harus hati-hati. Jangan mau cepat-cepat tapi nanti kasus naik lagi. Kita harus sabar,” kata Raja Kraton Jogja ini.
Sebelumnya, Sultan HB X telah meminta pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayahnya dipercepat dengan meningkatkan target menjadi 20.000 suntikan per hari.
Menurut Sultan, ketersediaan tenaga kesehatan (nakes) di DIY memadai untuk merealisasikan percepatan vaksinasi sesuai target itu. Meski demikian, pada kenyataannya target itu sulit dicapai. “Rata-rata 12.000 per hari. Ya saya harap bisa selesai,” kata dia.
Dengan berbagai upaya percepatan, ia berharap vaksinasi di DIY bisa mencapai 100 persen pada Oktober 2021. “Saya minta untuk Oktober ini 100 persen harus bisa dilakukan,” ujar Sultan. (lna)

Leave a Reply