JoSS, JAKARTA – Badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) tengah memantau mutase baru virus corona yang berasal dari Indonesia yakni B1446.2. Varian tersebut masuk daftar peringatan untuk dipantau lebih lanjut dan masih di luar daftar varian yang diwaspadai.
Namun, tak menutup kemungkinan bisa masuk dalam daftar tersebut. Varian B1446.2, berdasarkan keterangan WHO, dideteksi pada 28 April 2021.
Adapun, varian yang turut masuk dalam daftar peringatan untuk dipantau lebih lanjut, ada B1621 dari Kolombia, dan sejumlah varian lainnya yang ditemukan di berbagai negara. Beberapa varian juga sebelumnya berada dalam daftar Variant of Interest (VoI), yakni varian Epsilon (B1427 dan B1429) dari Amerika Serikat, Zeta (P2) dari Brasil, dan Theta (P3) dari Filipina.
“Semua virus yang menyebabkan Covid-19 berubah sepanjang waktu. Kebanyakan perubahan virus hanya menyebabkan perubahan kecil atau tidak sama sekali pada properti virus. Namun, perubahan sekecil apa pun pada virus bisa mempengaruhi kemudahannya menyebar, keparahan penyakit yang disebabkan, atau performa vaksin, terapi, obat, alat diagnostik, dan sisi kesehatan lainny,” tulis WHO pada keterangan resmi, dikutip Rabu (28/7/2021).
Adapun, untuk varian yang masuk daftar pemantauan lebih lanjut dijelaskan bisa jadi mengalami perubahan genetik yang diduga dapat memengaruhi karakteristik virus yang berpotensi dapat menimbulkan risiko di masa depan.
Namun, bukti dari dampak fenotip atau epidemiologisnya masih belum jelas, sehingga memerlukan pemantauan lebih lanjut sambil menunggu bukti baru. “Terkait dampak varian ini kemungkinan dapat berkembang dengan cepat. Catatan untuk Pemantauan Lebih Lanjut dapat ditambahkan atau dihapus,” tulis WHO.
Baca juga: Jumlah Kematian Akibat Covid-19 RI Tertinggi Di Dunia, 6 Negara Tutup Pintu Bagi WNI
Sementara itu, pemberitahuan terkait penyebaran varian virus tertentu di beberapa negara diungkap WHO, bertujuan agar negara terkait bisa meelakukan penyesuaian dan melakukan respons sesuai kebutuhan masing-masing untuk mencegah penyebaran.
Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kasus terkonfirmasi positif naik 47.791 pada 28 Juli 2021. Dengan kenaikan ini, total kasus positif di Indonesia mencapai 3.287.727 orang. Pada saat yang sama kasus sembuh naik 43.856 sehingga kumulatif pasien sembuh dari Covid-19 menjadi 2.640.676, kasus meninggal naik 1.824 atau jika ditotal menjadi 88.659 orang.
Penambahan kasus kematian Rabu (28/7/2021) lebih rendah dibanding hari sebelumnya sebanyak 2.069 orang. Berbeda dengan tambahan kasus positif Covid-19 hari ini, lebih tinggi dibanding Selasa (27/7/2021) sebanyak 45.203 orang.
Adapun, jumlah kasus pasien sembuh dari Covid-19 hari ini lebih rendah dibanding kemarin, sebanyak 45.203 orang. Pada hari ini, kasus aktif naik 2.111, sehingga totalnya menjadi 558.392, sedangkan sebanyak 271.132 orang kini berstatus suspek. Jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini sebanyak 277.809 yang berasal dari 185.181 orang.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan tertinggi kasus harian positif yaitu mencapai 8.366 kasus. Pada saat yang sama terjadi kenaikan sebanyak 8.067 kasus sembuh, dan 205 kasus meninggal. Lalu, Jawa Timur menyusul dengan kenaikan 6.422 kasus positif infeksi Virus Corona, 4.591 kasus sembuh, dan 401 kasus meninggal. DKI Jakarta mencatat penambahan 5.525 kasus positif, 11.040 kasus sembuh, dan 69 kasus meninggal.
Jawa Tengah melaporkan penambahan 4.666 kasus positif, 4.480 kasus sembuh, dan 398 kasus kematian. Sementara itu, Yogyakarta melaporkan kenaikan 2.282 kasus positif, 1.241 kasus sembuh, dan 67 kasus kematian akibat Covid-19. (lna)

Leave a Reply