JoSS, KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Yuliatmono mengungkapkan Colomadu bakal menjadi kawasan bisnis dan perdagangan, seperti layaknya Solo Baru yang berada di Kabupaten Sukoharjo. Pengembangan kawasan perdagangan ini didukung adanyaakses tol dan dekat dengan bandara.
“Arahnya pengembangan kawasan Colomadu, Karanganyar menjadi pusat bisnis dan perdagangan. Ya seperti Solo Baru di Sukoharjo,” kata Yuliatmono dalam Solopos talkshow virtual, Menuju Karanganyar Maju dan Berdaya Saing, Rabu (14/7/2021) malam.
Hadir pula dalam talkshow virtual tersebut, Ketua DPRD Karangnyar, Bagus Selo, Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati dan Deputi Branch Head JNE, Agus Yunanto. Talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih. Didukung Artugo, JNE Express, Universitas Terbuka Surakarta, Prodia, dan Nasmoco Ring Road Solo.
“Pengembangan Colomadu, menjadi kawasan bisnis dan perdagangan karena dekat dengan bandara dan akses jalan tol. Sehingga ini diharapkan menarik investor untuk berbisnis di kawasan tersebut,” imbuhnya seperti dikutip dai solopos.com.
Selain itu, lanjut Yuliatmono, keberadaan De Tjolomadu menjadi penunjang pengembangan kawasan Colomadu, Karanganyar. Karena bangunan milik BUMN itu bisa menjadi ruang pamer produk perusahaan. Termasuk jadi lokasi pertemuan para pebisnis.
Baca juga: Objek Wisata Telaga Madirda Karanganyar Dibuka Kembali
Kendati demikian, menurut Yuliatmono, ada kendala untuk pengembangan Colomadu sebagai kawasan bisnis dan perdagangan di Karanganyar. Yakni luas tanah yang dibutuhkan pengembangan kawasan tersebut sangat terbatas.
“Kemudian sejumlah bangunan dikuasai BUMN sehingga perlu koordinasi lebih lanjut untuk pengembangan Colomadu. Kendala lainnya yakni adanya pandemi Covid-19, semoga setelah pandemi selesai bisa langsung gas,” kata Yuliatmono.
Mengenai adanya kendala pengembangan Colomadu sebagai kawasan bisnis dan perdagangan di Karanganyar juga disampaikan Ketua DPRD, Bagus Selo. Menurut dia, selain luas tanah dan pengelolaan bangunan oleh BUMN, juga soal kepemilikan tanah.
“Permasalahannya di Colomadu masih banyak tanah milik perseorangan yang belum dioptimalkan pembangunannya. Beruntung ada De Tjolomadu yang menjadi daya tarik dalam pengembangan kawasan tersebut,” tambah Bagus Selo.
Kendati demikian, lanjutnya, Pemkab Karanganyar dan DPRD siap mewujudkan visi misi menjadikan Colomadu sebagai kawasan bisnis dan perdagangan. Dengan tetap menjaga area hijau dan terbuka di wilayah tersebut. (lna)

Leave a Reply