
JoSS, SEMARANG – Trem dari Belanda direncanakan akan menjadi transportasi masal aktif di Kawasan Kota Lama Semarang. Hal itu akan menjadikan salah satu wisata heritage ini semakin menambah sensasi perkotaan di zaman Hindia Belanda.
Terkait rencana pengaktifan kembali jalur trem sebagai transportasi massal ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sudah aktif melakukan komunikasi dengan Kerajaan Belanda untuk mendatangkan trem ke ibu kota Jawa Tengah dalam bentuk hibah.
Pengajuan proposal sudah dikirimkan melalui Duta Besar Indonesia untuk Belanda. Bahkan, Pemerintah Kota Semarang sudah melakukan kajian reaktivasi trem, dan mendapatkan tawaran dari Pemerintah Kota Amsterdam, Belanda.
“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Bapak Duta Besar Indonesia untuk Belanda demi menghidupkan kembali trem di Kota Semarang,” kata Hendrar Prihadi saat tersambung langsung dengan Duta Besar RI untuk Belanda, H.E Mayerfas, Jumat, pekan lalu.
Hendi mengatakan alasan kembali menghidupkan kembali trem di Kota Semarang, ingin mendukung keberadaan Kota Lama sebagai salah satu wisata heritage, tapi sekaligus menjadi pilot project sistem transportasi umum berbasis jalan rel di Semarang.
“Saya berharap, kajian dapat lekas diselesaikan, sehingga dalam 2-3 tahun mendatang warga Kota Semarang dapat merasakan manfaatnya,” ujar Hendi.
Baca juga: Digadang Jadi Pengendali Banjir Semarang, Bendung Gerak KBB Selesai Dibangun
Rute trem yang menjadi prioritas nantinya akan melewati jalur ring route dari Stasiun Tawang-Jalan Ronggowarsito-Jalan Agus Salim-Pasar Johar-Jalan Pemuda- Lawang Sewu-Jalan Imam Bonjol kemudian kembali ke Stasiun Tawang, dengan jarak total 12,8 kilometer.
Namun, Hendi memperhitungkan kembali kemampuan anggaran untuk jarak sejauh itu. Maka ia juga menawarkan rute pendek alternatif Kota Lama-Lawang Sewu sebagai pilot project sekaligus meningkatkan potensi wisata heritage.
Kota Semarang akan memperoleh hibah dua trem set dari Kerajaan Belanda, masing-masing terdiri dari dua rangkaian gerbong kereta.
Trem sendiri dalam sejarahnya pernah menjadi angkutan massal yang sangat diandalkan di saat masih zaman kolonial dulu. Kota Semarang termasuk menjadi Kota pertama di dunia yang pernah menggunakan trem.
Saat itu antara abad ke 18 hingga abad ke 19, kota-kota seperti Semarang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya mempunyai jalur trem di tengah kota.
Namun, trem kemudian tergantikan oleh moda transportasi lain yang dianggap lebih praktis dan massal, seperti kereta api dan bus. Meski begitu, di kota-kota Eropa, trem sampai saat ini ternyata masih digunakan untuk alat transportasi massal dalam kota dan wisata.
Namun Hendi menjelaskan trase ring route tersebut perlu melihat kembali kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang. Sehingga pihaknya pun menawarkan trase Kota Lama – Jalan Pemuda secara commuter sebagai pilot project.
Demi mempercepat terwujudnya trem tersebut, nantinya juga akan dibentuk tim kecil dari Dubes Belanda untuk mengkaji aturan perhubungan RI, tinjauan dan kelayakan lokasi jalur rel. (lna)

Leave a Reply