JoSS, AUSTRALIA – Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce telah didenda US$200 oleh polisi setempat karena tidak mengenakan masker pada Senin (28/09/2021). Joyce didenda US$200 karena melanggar perintah di bawah Undang-Undang Kesehatan Masyarakat New South Wales (NSW).
Kurang dari seminggu setelah dilantik, Wakil Perdana Menteri sekaligus pemimpin Nationals itu dimasukkan ke dalam Crime Stoppers oleh seorang anggota masyarakat di kampung halamannya di Armidale, setelah dia terlihat tanpa masker saat membayar bensin.
Mengutip dari The Guardian, polisi mengonfirmasi pemberitahuan penalti US$200 dikeluarkan untuk Joyce lantaran dia melanggar ketertiban kesehatan masyarakat di barat laut negara bagian itu.
Pengendali Operasi Darurat Negara Bagian sekaligus Wakil Komisaris Gary Worboys mengatakan pelanggaran yang dilakukan Joyce hanya salah satu dari 54 pelanggaran protokol kesehatan, Senin (28/6/2021).
“Polisi diberitahu tentang itu. Mereka mengambil tindakan. Orang itu meminta maaf dan kooperatif dengan polisi dan pemberitahuan pelanggaran dikeluarkan,” katanya, dikutip dari SBS News, Selasa (29/6/2021).
Dalam wawancara dengan Alan Jones dari Sky News, Joyce menceritakan pengalamannya sebelum didenda. Dia mengaku saat itu sedang pergi ke stasiun pengisian BBM Caltex.
“Saya pergi ke bandara, saya lupa mendapatkan bahan bakar untuk Vikki, mengisi bahan bakar mobil. 30 detik kemudian, US$200 dolar biaya saya [harus bayar], karena saya tidak memakai salah satu dari ini [masker],” imbuh Joyce, dilansir bisnis.com.
Sebagaimana diketahui, saat ini lebih dari 12 juta orang Australia atau hampir setengah dari populasi negara itu kini kembali dikarantina karena menyebarnya virus Corona varian delta. Selasa (29/6/2021), Brisbane menjadi ibu kota regional keempat Australia yang membatasi pergerakan di luar rumah kecuali untuk alasan penting seperti berbelanja dan berolahraga setidaknya selama tiga hari.
Baca juga: Covid-19 Varian Delta Merebak, Australia Kunci Wilayah Sydney dan Darwin
Kebijakan itu diterapkan Brisbane kurang dari 24 jam setelah langkah serupa di Perth. Kota itu mengekor Sydney dan Darwin, yang selama akhir pekan mengumumkan penguncian lebih lama hingga dua minggu.
Wabah meningkatkan tekanan pada Perdana Menteri Scott Morrison untuk meningkatkan kecepatan peluncuran vaksin yang di nilai terlambat. Varian delta dikabarkan menyebar dari hotel-hotel nasional yang digunakan untuk karantina.
Dalam konferensi pers larut malam di Perth, Senin, Perdana Menteri negara bagian Australia Barat Mark McGowan mengumumkan penguncian cepat empat hari untuk kota itu. Lockdown diberlakukan setelah seorang wanita kembali dari Sydney dan terdeteksi positif Corona.
Pelacak kontak di seluruh negeri berjuang untuk mengikuti daftar area paparan yang terus bertambah. Daftar itu termasuk beberapa penerbangan domestik Virgin Australia setelah seorang anggota awak kabin dinyatakan positif.
Sementara itu, wabah di lokasi penambangan di daerah terpencil Outback telah menimbulkan kekhawatiran bahwa penduduk asli negara itu berada pada risiko terbesar sejak pandemi dimulai.
Menanggapi klaster yang muncul di Australia, negara bagian dan teritori memberlakukan kembali pembatasan perbatasan domestik. Gelembung perjalanan bebas karantina antara Australia dan Selandia Baru telah ditangguhkan.
Wabah di Sydney sekarang berjumlah sekitar 150 kasus, dengan 19 infeksi lagi diumumkan oleh negara bagian New South Wales. (lna)

Leave a Reply