Prof Ari Pradhanawati: Memajukan Pendidikan Nasional Diwujudkan Dengan Mendukung Undip Menjadi World Class University

Prof. Dr. Dra. Ari Pradhanawati, M.S, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Foto: undip.ac.id)

JoSS, SEMARANG – Prof. Dr. Dra. Ari Pradhanawati, M.S, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro memaknai Hari Pendidikan Nasional di dunia perguruan tinggi, tentunya mendukung kebijakan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Kampus Merdeka, Merdeka Belajar untuk bergerak bersama.

Dia menambahkan kerja sama pendidikan tinggi dengan dunia kerja bisa memiliki dampak penting pada semua pemangku kepentingan yang terlibat.

Berbicara mengenai kerja sama dalam pengembangan dan penyampaian kurikulum, perhatian harus difokuskan pada profil pembelajaran siswa, isi mata kuliah/pelajaran dan memberikan metode, keterampilan serta kompetensi yang diperoleh.

Tagline Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, berarti ada delapan program yang harus dilaksanakan, salah satunya program magang yang tidak hanya satu atau dua bulan  tetapi satu semester. Selain itu ada program Permata Merdeka yang merupakan program pertukaran mahasiswa tanah air dengan tujuan membekali mahasiswa dengan komptensi di bidangnya melalui pengambilan mata kuliah di universitas lain di Indonesia atau perguruan tinggi mitra.

“Kuliah antar pulau boleh juga dilaksanakan, misalnya narasumber dari universitas lain, pesertanya pun dari berbagai perguruan tinggi, artinya kita bebas belajar bersama siapa saja dengan mengundang dosen tamu,” katanya, dilansir dari undip.ac.id.

Baca juga: 12 Mahasiswa Asing Tempuh Prodi Magister Linguistik di FIB UNDIP

Prof. Ari mengatakan, saat ini tentunya pendidikan harus sejalan dengan masa pandemi, dimana semuanya dilakukan secara virtual.

“Sekalipun daring tetapi semangat harus tetap ada, justru dengan daring pengetahuan akan teknologi akan meningkat. Dosen, mahasiswa dan semuanya tidak boleh gaptek atau gagal teknologi sebab sekarang ini masyarakat harus melek teknologi, awalnya dari luring lantas berubah ke model daring” ungkapnya.

“Peran kita dalam memajukan pendidikan di Undip tentunya turut mendukung program World Class University, dengan meningkatkan sumber daya manusia baik dosen, tendik dan mahasiswa, misalnya bertambahnya jumlah doktor dan profesor kita atau studi lanjut bagi tenaga kependidikan,” ujarnya.

Selain itu juga meningkatkan skill, meningkatkan penelitian, pengabdian dan menaikkan pemeringkatan-pemeringkatan, contohnya pemeringkatan versi Scimago Institution Rankings (SIR) dimana Undip menjadi perguruan tinggi terbaik di posisi kedelapan. Rangking itu berdampak pada kepopuleran sebuah perguruan tinggi untuk menarik calon-calon mahasiswa.

“Jika anak didik kita ada yang salah, mendidik yang baik adalah tidak harus menghukumnya, itu bukan solusi utama untuk membuat efek jera. Mendidiknya adalah dengan memberi arahan, teladan, dukungan dan bimbingan. Kalau salah kita harus mendidik lagi, jangan langsung dihukum, namun bila akhirnya benar kena hukuman, sebelumnya ada cara atau upaya mendidik, dididik bagaimana menyelesaikan persoalan yang dilakukannya, psikisnya pun dipelihara, jangan didiamkan atau malah membuat orang menjadi pemberontak,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*