Obelix Hills, Tawarkan Keindahan Sunset Dari Bukit Prambanan

Foto: instagram Obelix Hills

OBELIX Hills, sebuah objek wisata baru yang berada di Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman digadang menjadi primadona baru para penikmat wisata ketinggian. Destinasi ini yang menawarkan pemandangan Kota Jogja dari atas bukit, dengan susunan batu purba sehingga tercetus dengan nama Obelix yang identik dengan zaman batu.

Letaknya berada setelah wisatawan melalui beberapa objek wisata lainnya di perbukitan itu, seperti Tebing Breksi, Candi Ijo dan Batu Papal.

Lokasi Obelix Hills berada di ketinggian sehingga wisatawan leluasa memandang sunset dari puncak tertinggi di bukit Prambanan.

Topografi Obelix Hills memang tidak sepenuhnya rata, sebab sebagian merupakan batuan breksi. Bebatuan breksi berukuran raksasa masih tertancap aman di lokasi ini. Beberapa titik juga dijadikan spot-spot untuk selfie. “Dulu wilayah ini dikenal dengan Bukit Klumprit. Kami bangun dengan konsep wisata yang berbeda,” kata Owner Representative Obelix Hills Robertosan, dilansir dari harianjogja.com.

Robert mengatakan, ada banyak spot-spot untuk selfie dan arena bermain yang ciamik. Misalnya, kata Robert, ada Casa Mexiana dengan bangunan warna-warni yang membuat pengunjung merasakan nuansa meksiko pertama di Jogja. “Itu bangunan sebenarnya toilet tapi kami bentuk sesuatu yang tidak terduga bagi wisatawan,” katanya.

Baca juga: BOB Susun Buku Panduan Perjalanan di 3 Destinasi Pariwisata Nasional

Selain itu, ada spot Picnic on The Sky, dek kayu yang berada di ujung tebing dengan pemandangan fantastis. Ada juga The Plaza of Star merupakan area plaza yang luas di area tebing Obelix Hills. Lokasinya yang di depan menjadikan area ini menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati pemandangan sunset dan hamparan bintang.

“Untuk mushola, kami sediakan mushola on the rock karena berdiri di atas bebatuan breksi. Ini semua batunya alami, terutama saat sore hari luar biasa indahnya,” katanya sambil menunjuk bebatuan raksasa.

Tidak kalah menarik, lanjut Robert, wisatawan bisa bersantai sembari menikmati pemandangan dengan duduk di atas ratusan bean bag. Belum lagi ada Three Mountains Tent di mana tenda putih raksasa dibentuk laiknya gunung besar. Selain itu ada restaurant Pulen Kopi Ponti, Rock Bar, The Edge at Rock Bar, Sky Walk at Rock Bar, Eagle Nest, dan The Swings.

“Semua dibuat 30 spot kekinian, colourfull agar lebih dan ramah bagi keluarga. Jadi konsepnya ceria karena ke sini orang pasti ingin gembira,” ucap Robert.

Operations Manager Obelix Hills, Monika Priyatno mengatakan pihaknya menyulap batu-batuan breksi menjadi tempat yang nyaman dan tanpa merusak alam. Untuk beberapa spot dan arena ada tiket yang dibayar. Seperti Single Swing dengan tarif Rp30.000, Couple Swing bertarif Rp50.000, Eagle Nest 15.000, The Edge at Rock Bar Rp25.000 per dua jam, dan Casa Mexiana Rp10.000.

Selama pandemi protokol kesehatan juga menjadi perhatian. Kapasitas yang sebenarnya bisa menampung hingga seribu orang dalam satu waktu, dibatasi hanya 200-300 orang. “Untuk setiap Senin-Kamis Obelix Hills buka mulai 10.00-22.00 WIB dengan tiket masuk Rp15.000, dan Jumat-Minggu serta libur nasional 09.00-23.00 WIB, dengan tiket masuk Rp20.000,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*