Picu Kerumunan, Pasar Sore Ramadan di Kawasan Masjid Jogokariyan Ditertibkan

Foto: youtube GHUFRON CHANEL

JoSS, JOGJA – Satuan Tugas atau Satgas Pengendalian Covid-19 Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja telah melayangkan teguran atas kondisi kerumunan masyarakat di pasar sore Ramadan di kawasan Masjid Jogokariyan.

Diketaui, setiap sore menjelang buka puasa, Kampung Ramadhan Jogokariyan menjadi pusat pembagian dan penjualan takjil. Ribuan orang memadati kawasan itu setiap hari, tak peduli di masa pandemi Covid-19.

Selain memberikan teguran, satgas Covid-19 Kecamatan Mantrijeron juga menerapkan ketentuan baru bagi pedagang dan pengunjung pasar sore Kampung Ramadhan Jogokariyan. Camat Mantrijeron Affrio Sunarno mengatakan terpaksa memangkas jumlah lapak yang berjualan dan mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Jumlah lapak dipangkas 50 persen, dari 356 lapak dagangan menjadi 179 lapak,” ujar Affrio Sunarno pada Minggu 18 April 2021. Ada pula kesepakatan yang dibuat bersama takmir Masjaid Jogokariyan, kepolisian sektor, dan Komando Rayon Militer atau Koramil Mantrijeron, yakani jarak antar-lapak yang semula 1 meter, kini menjadi 2,5 meter.

Affrio menambahkan, mobil dilarang masuk kawasan pasar sore Kampung Ramadhan Jogokriyan dan arus lalu lintas hanya satu arah dari timur ke barat. Akses perempatan masjid ke utara dan selatan juga hanya boleh untuk keluar pengunjung.

Mulai Minggu (18/4/2021) sore, petugas akan berjaga ketat di kawasan ini. Mereka juga berbekal thermo gun untuk mendeteksi suhu badan pengunjung. Affrio mengamati dalam beberapa hari pelaksanaan pasar sore, kerumunan biasanya terjadi menjelang pukul 17.00 WIB dan terpusat di area masjid.

Kerumunan ini merupakan masyarakat yang antre mendapat takjil dan melaksanakan salat maghrib. Adapun kerumunan pada lapak-lapak relatif lebih cair dan mengalir karena makanan yang dibeli langsung dibawa pulang.

Baca juga: Pemkot Jogja Izinkan Pasar Sore Takjil Buka Selama Ramadan, Asal Penuhi 3 Syarat Ini

Dilansir dari tempo.co, pada Sabtu (17/4/2021), pengurus Masjid Jogokariyan memutuskan mengurangi jumlah takjil yang dibagikan kepada masyarakat dari semula 3.000 kotak menjadi 2.000 kotak. “Takjil juga hanya diberikan kepada jemaat yang sudah duduk di dalam/halaman masjid, jika berlebih harus dibawa pulang,” kata Affrio.

Affrio melanjutkan, antusiasme masyarakat untuk datang ke pasar sore ini sangat besar, bahkan mereka tampak tak khawatir akan resiko tertular Covid-19.

“Jika masyarakat abai dan mengambil risiko berkerumun, menurut Affrio, maka upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang selama ini digalakkan akan sia-sia. Kami mengimbau masyarakat menahan diri dengan tidak berkerumun,” katanya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan evaluasi pasar sore Ramadan berdasarkan temuan masih ada pasar yang memicu kerumunan.

“Kami menyiapkan sejumlah opsi untuk pasar sore yang belum bisa mengatasi kerumunan, salah satunya pembatasan operasional menjadi seminggu tiga kali,” kata Heroe. Dia melajutkan, Pemerintah Kota Yogyakarta tak mau kecolongan dengan klaster baru Covid-19 lagi, terlebih saat ini kasus belum juga turun.

Hingga Sabtu, 17 April 2021, di Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 158 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi se-DI Yogayakarta menjadi 36.837 kasus Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta, Berty Murtiningsih mengatakan kasus Covid-19 tertinggi berdasarkan domisili terdapat di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Masing-masing mencatatkan 82 dan 37 kasus Covid-19. Adapun jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di DI Yogyakarta sebanyak 894 orang dan yang sembuh 31.274 orang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*