Kreatif, Perusahaan Bus di Wonogiri Tawarkan Paket Buka Puasa Berkonsep Trans Bucks Bus Cafe

Foto: instagram bintanglautholiday

PANDEMI Covid-19 yang masih melanda negeri ini menimbulkan dampak signifikan di sejumlah sektor, seperti transportasi. Pembatasan kegiatan masyarakat dan larangan mudik, membuat ketidakpastian industri ini menjalankan usahanya.

Namun, kondisi ini tidak lantas membuat Pemilik Perusahaan Otobus (PO) Bintang Laut Holiday di Wonogiri, Budi Haryanto, kehilangan akal dan terpuruk. Melalui sebuah kreatifitas, Budi menyulap armada bus seperti layaknya kafe.

Tak hanya itu, pihaknya menawarkan paket buka puasa sambil menikmati perjalanan dari Wonogiri-Ponorogo, sehingga membuat saat menunggu waktu berbuka puasa atau yang populer dengan istilah ngabuburit makin berkesan.

Berkonsep Trans Bucks Bus Café, bus ini menawarkan sensasi ngabuburit dan buka puasa bersama di dalam bus bagi masyarakat Wonogiri dan sekitarnya. PO yang berpangkalan di Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, itu bernama Bintang Laut Holiday.

Suasana ngabuburit dan buka puasa di dalam bus itu wajib dicoba bagi yang menginginkan suasana dan sensasi yang berbeda. Trans Bucks Bus Cafe merupakan bus yang di dalamnya ada meja dan kursi seperti suasana di rumah makan.

Budi Haryanto menuturkan, inovasi itu dibuat untuk mencari sensasi dan suasana baru saat buka puasa bersama yang biasanya dilakukan di rumah atau warung makan.

Soal protokol kesehatan, Anda tak perlu khawatir, karena bus ini tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Buka bersama di dalam bus juga bisa dimanfaatkan untuk sarana rekreasi, terlebih bagi anak-anak yang sudah lama tidak sekolah. Mungkin sudah bosan, begitu juga dengan para orang tua,” katanya, seperti dilansir dari Solopos.com.

Sebenarnya, kata Budi, konsep Trans Bucks Bus Cafe sudah pernah ditawarkan pada awal pandemi Covid-19. Saat ada penerapan new normal, konsep diubah seperti bus pada umumnya yang bisa digunakan untuk pergi ke objek wisata.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Pengelola Candi Borobudur Ajukan Tambahan Kuota Jadi 10.000 Per hari

Bus yang dibuat konsep Trans Bucks Bus Cafe untuk ngabuburit ini hanya ada satu unit di Wonogiri. Budi menjelaskan satu bus bisa muat 25 orang.

Setiap orang hanya dikenai biaya Rp50.000. Hidangan yang disajikan ada tiga paket. Paket 1 terdiri dari nasi, ayam geprek, dan lemon tea. Paket 2 terdiri dari sosis krispi, donat cokelat, dan es cokelat.

Paket 3 terdiri atas sosis bakar, donat sweety dan es cappucino. Ia mengatakan waktu perjalanan dimulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang Salat Isa atau Tarawih.

Rute yang sudah disiapkan mulai Terminal Purwantoro-Badegan-Sumoroto-Alun-alun Ponorogo-Jalan Baru Ponorogo. Penumpang bisa menikmati pemandangan bagus selama perjalanan ngabuburit dari Wonogiri ke Ponorogo.

“Penumpang atau rombongan bisa request jalur atau rute bus. Harga bisa disesuaikan juga. Pada awal pandemi itu kami dapat rombongan di Kota Wonogiri, kami ambil ke sana juga penumpangnya,” ungkapnya.

Pada hari pertama Ramadan, ia bersama kru lainnya sudah menjajal sensasi ngabuburit dan buka bersama di dalam bus. Rute bus yang dilalui sesuai dengan jadwal yang dibuat.

“Ini kan tanggal 6 Mei 2021 juga sudah dilarang mudik. Selain itu kalau Ramadan banyak kru yang menganggur. Maka kami punya inisiatif membuat konsep ini. Semoga bisa memberi pelayanan dan kepuasan kepada penumpang nantinya,” kata Budi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*