
JoSS, SOLO – Ketua Takmir Masjid Darussalam, H Rosyidi Muhdlor menyatakan Ramadan tahun ini masih sama dengan tahun lalu, yakni pihak masjid meniadakan pembagian bubur samin gratis sebagai menu pembuka puasa.
Dia menuturkan kebijakan ini untuk menghindari adanya kerumunan warga saat pembagian bubur samin gratis, mengingat saat ini masih berada dalam masa pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui pembagian bubur samin gratis sebagai takjil menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu saat Ramadan di Kota Solo.
Namun, sejak pandemi Covid-19 pada 2020, pembagian bubur samin di Masjid Darussalam Kelurahan Jayengan, Solo, ditiadakan.
“Ini sudah kedua kalinya tidak ada pembagian bubur samin, sebenarnya banyak yang menanyakan. Tapi karena kondisinya seperti ini,” kata Rosyidi saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (13/4/2021), seperti dilansir dari Detik.com.
Baca juga: Pemkot Jogja Izinkan Pasar Sore Takjil Buka Selama Ramadan, Asal Penuhi 3 Syarat Ini
Rosyidi mengatakan pihaknya sengaja tidak membagikan bubur samin gratis di Masjid Darussalam Solo untuk mengantisipasi kerumunan. Dia khawatir kerumunan itu justru memunculkan klaster baru penularan virus corona.
Menurutnya, saat menjelang buka puasa, bisanya masyarakat yang datang untuk mendapatkan bubur samin ini mencapai ratusan.
“Kerumunan banyak sampai 500 lebih, maka kita meniadakan dulu. Meski ada usul agar diterapkan protokol kesehatan, tapi sulit,” tuturnya.
Sebagai informasi, pembagian bubur samin sudah menjadi tradisi setiap Ramadan di Solo. Warga yang menginginkan bubur khas Banjarmasin ini bisa datang ke Masjid Darussalam dengan membawa wadah sendiri.
“Untuk pembagian bubur samin ke masyarakat sudah sejak tahun 1980-an, tapi kalau untuk jamaah masjid sendiri sudah sejak tahun 1965-an,” terang Rosyidi.
Pada Ramadan dua tahun lalu, Masjid Darussalam menghabiskan hingga 50 kg gram beras setiap hari untuk membuat bubur samin. Bubur itu dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan jemaah untuk berbuka puasa. (lna)

Leave a Reply